Pelayanan Dispendukcapil Jombang tak Terpengaruh Isu WannaCry

Nurul Hidayat    •    Selasa, 16 May 2017 16:33 WIB
cyber crime
Pelayanan Dispendukcapil Jombang tak Terpengaruh Isu WannaCry
Pelayanan di Kantor dispendukcapil Jombang Jawa Timur

Metrotvnews.com, Jombang: Pelayanan di Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dispendukcapil) Kabupaten Jombang, Jawa Timur tak terpengaruh dari dampak serangan ransomware WannaCry terhadap 99 negara, termasuk Indonesia.

Kepala Dispendukcapil Kabupaten Jombang Ahmad Sjarifudin mengatakan, sebagai langkah antisipasi terhadap serangan virus tersebut, pihaknya menyalin data kependudukan dua kali dalam sehari. Hal itu dilakukan sebagai bentuk antisipasi jika terjadi kerusakan atau kehilangan data oleh WannaCry.

”Langkah ini dilakukan setiap siang dan sore hari, jadi jika memang terkena serangan virus kita masih punya cadangan data," kata Ahmad Sjarifudin, kepada Metrotvnews.com di kantornya Jl KH wahid Hasim, Jombang, Selasa 16 Mei 2017.

Baca: Wanna Cry Ransomware Disebar Acak

Boby begitu ia disapa, menambahkan penyalinan data dilakukan ke dalam harddisk khusus disediakan untuk melakukan penyalinan data. Namun kapasitas hardisk tersebut terbatas, hanya bisa melakukan back up hingga akhir 2017. 

”Jika memang harus melakukan back up hingga akhir 2017 maka perlu dilakukan jumlah penambahan kapasitas hardisk,” imbuhnya.

Baca: Korban Wanna Cry Jadi 200 Ribu

Boby mengungkapkan, dalam satu hari Dispendukcapil Jombang melayani 400 hingga 600 perekaman hingga pengaktifan administrasi kependudukan. Dia meyakini pelayanan tersebut tidak terkendala dengan adanya isu virus WannaCry yang sedang berkembang.

”Semoga saja tidak sampai menyerang server kami,” Pungkas Boby.

WannaCry adalah sebuah ransomware. Cara kerjanya sederhana, ia akan mengenkripsi file dalam komputer yang terinfeksi, sehingga pengguna tidak bisa membuka datanya. Hacker di balik ransomware kemudian meminta sejumlah uang sebagai tebusan pada korban jika dia ingin mendapatkan kunci dekripsi file. 

Guna mengantisipasi serangan virus tersebut, pengguna diminta tidak terhubung dengan jaringan internet saat menyalakan komputer. Pengguna juga diimbau untuk melkukan backup data.


(ALB)