UMKM Penopang Terbesar PDRB Jatim

Amaluddin    •    Kamis, 27 Jul 2017 12:59 WIB
umkmkerja bersama
UMKM Penopang Terbesar PDRB Jatim
Gubernur Jatim Soekarwo saat membuka pameran bagi pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM). (MTVN/Amal).

Metrotvnews.com, Surabaya: Sektor Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) menjadi kunci pertumbuhan ekonomi Jawa Timur. Di tengah kondisi krisis ekonomi yang masih bergejolak, Jatim memiliki ekonomi yang masih kondusif karena ditopang UMKM. 

"Sektor UMKM hingga saat ini masih menopang lebih dari separuh perekonomian Jatim. Dengan kontribusi mencapai 54 persen pada Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Jatim," kata Gubernur Jatim, Soekarwo, di sela pembukaan pameran UMKM dan Koperasi Expo 2017 di Grand City, Surabaya, Rabu 26 Juli 2017.

Kontribusi UMKM itu dibuktikan tingginya sumbangan UMKM terhadap PDRB Jatim mencapai sekitar Rp900 triliun mulai Januari hingga Agustus 2016. Sementara di Januari hingga Oktober 2015, sumbangan sebesar Rp1.100 triliun. "Karena itu pemerintah harus mengembangkannya, karena UMKM kunci untuk meningkatkan prekonomian," kata Pakde Karwo, sapaan akrabnya Soekarwo itu.

Menurut Pakde Karwo, kehebatan UMKM tak perlu dikhawatirkan lagi karena sudah teruji pada saat krisis melanda Jatim beberapa tahun lalu. Kala itu, kata dia, banyak industri skala besar kesulitan dalam menyelamatkan diri dari terpaan krisis. "Sektor UMKM justru sebaliknya, mampu menyelamatkan prekonomian Jatim seperti sekarang ini," ujarnya. 

Sementara itu, Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Jatim, Mas Purnomo, menambahkan, event pameran kali ini diikuti oleh 220 pelaku UMKM dari 38 kabupaten/kota yang ada di Jatim. "Mereka merupakan pelaku UMKM yang telah berhasil menjual produknya ke berbagai negara yang ada di dunia," kata Purnomo.

Berdasarkan data yang ada, lanjut Purnomo, Jatim memiliki sekitar 6,81 juta pengusaha UMKM dengan omzet mencapai Rp30 triliun per tahun. Rincian 95,71 persen atau 6,50 juta usaha mikro, sebanyak 250 ribu atau 3,84 persen usaha kecil, dan 0,45 persen atau 50 ribu usaha menengah. Dari jumlah tersebut, menurut dia, keberadaan UMKM mampu menyerap tenaga kerja sebesar 11,12 juta orang. 

"Dari jumlah itu (6,81 juta), UMKM yang sudah tembus ekspor mencapai sekitar 3 ribu UMKM dengan omzet mencapai Rp300 miliar per triwulan," urainya.

Karena itu, kata Purnomo, pihaknya akan terus berupaya mengembangkan sektor UMKM di Jatim. Di antaranya, mengembangkan jumlah koperasi sehingga bisa mendukung permodalan bagi UMKM. 

Jumlah koperasi di Jawa Timur saat ini mencapai sekitar 31 ribu dengan jumlah koperasi aktif sebanyak 28 ribu koperasi. "Dengan adanya koperasi ini bisa memberdayakan UMKM, juga bisa saling berjaringan bisa memperbaiki penjualan dan lainnya," kata Purnomo.


(ALB)