Anggaran Proyek Trem Surabaya Rp2,7 Triliun

Amaluddin    •    Kamis, 08 Jun 2017 19:23 WIB
transportasi
Anggaran Proyek Trem Surabaya Rp2,7 Triliun
Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini --ANTARA FOTO/Yudhi Mahatma--

Metrotvnews.com, Surabaya: Pembangunan angkutan massal cepat di Surabaya akan segera dimulai. Proyek trem Surabaya itu akan dimulai dari jalur utara ke selatan pada tahun 2017 ini. 

"Kemarin sudah dirapatkan di Kemenhub, pengerjaannya akan dimulai tahun ini," kata Wali Kota Surabaya, Tri Rismaharini, di Balai Kota Surabaya, Kamis, 8 Juni 2017.

Menurut Risma, demikian ia disapa, ada beberapa poin hasil rapat dengan Kemenhub pada Rabu kemarin di Jakarta. Diantaranya, terkait pembiayaan proyek trem mencapai Rp2,7 triliun bersumber dari Anggaran Pendapatan Belanja Negara.
 
"Kemarin dirapatkan di Kemenhub kalau untuk trem di Surabaya, mereka sudah punya biayanya dari APBN. Untuk tahun ini baru Rp100 miliar. Untuk tahun depan akan lebih banyak lagi anggarannya. Kita kerja sama dengan Kemenhub dan PT KAI untuk utara selatan ini,” kata Risma.
 
Namun, Risma tidak mengatakan detail kapan proyek tream akan dimulai tahun ini. Risma hanya mengatakan bahwa pengerjaan proyek trem ini akan dimulai dari Jalan Tunjungan. "Untuk loop pertama rute nya dari Tunjungan menuju Joyoboyo. Sementara untuk loop kedua dari Tunjungan ke Jembatan Merah," ujarnya.

Bagaimana dampak kemacetan selama pengerjaan proyek?. Risma mengaku sudah mengantisipasinya, utamanya untuk kelancaran arus lalu lintas.

"Ketika pengerjaan proyek trem dimulai, ruas jalan yang biasanya empat ruas akan berkurang.  Nanti akan kita pindah ke Simpang Dukuh. Kami sudah bebaskan yang di jalan Simpang Dukuh untuk pelebaran jalan. Besok pagi kami bongkar bangunan yang dibebaskan," katanya.
 
Sementara untuk yang arah timur-barat, wali kota perempuan pertama di Surabaya itu menyampaikan moda yang dikembangkan adalah LRT (Light Rail Transit). Untuk rute timur-barat ini lebih panjang dari yang rute trem utara-selatan. Untuk pengerjaan LRT ini, Risma menyebut akan membuat usulan untuk Kerjasama Pemerintah Badan Usaha (KPBU). “Yang kita ikutkan KPBU itu yang timur barat. Saya proses dulu sambil menunggu sampai mana yang akan dikerjakan Kemenhub. Tapi sudah ada anggarannya,” sambungnya.
 
Kepala Dinas Perhubungan Kota Surabaya, Irvan Wahyudrajat menambahkan, pertemuan dengan Kemenhub kemarin memberikan titik terang bagi pengerjaan proyek trem di Surabaya meskipun dalam kenyataannya mundur karena kondisi faktor pembiayaan. Meski begitu, selama ini, Pemkot Surabaya telah melaksanakan domain pekerjaan sesuai Memorandum of Understanding (MoU) pada 2015 silam. “Sekarang sudah ada titik terang pembiayaan APBN untuk utara-selatan dan untuk barat-timur skema diusulkan pembiayaan melalui KPBU,” jelas Irvan.
 
Irvan menegaskan, dinas nya sudah memperhitungkan antisipasi penggunaan jalan Tunjungan untuk jalur trem. Yakni dengan pelebaran Jalan Simpang Dukuh. Menurutnya, pelebaran ini akan dikerjakan secara paralel. “Semua program kami apakah jalan pedestrian, trem termasuk depo, berjalan secara paralel. Termasuk park and ride. Kita tidak saling menunggu tapi secara paralel. Untuk antisipasi penggunaan jalan Tunjungan untuk jalur trem, Insya Allah sudah kita hitung manajemen dan rekayasa lalin. Kita alihkan ke genteng kali dan simpang dukuh,” jelas Irvan.



(ALB)