Pemilu 2019, DPT Jawa Timur Bertambah 500 Ribu Pemilih

Amaluddin    •    Rabu, 14 Nov 2018 20:25 WIB
pemilu serentak 2019
Pemilu 2019, DPT Jawa Timur Bertambah 500 Ribu Pemilih
Ilustrasi Medcom.id/ Mohammad Rizal.

Surabaya: Jumlah daftar pemilih tetap (DPT) di Provinsi Jawa Timur bertambah 521.705 pemilih. Sehingga jumlah DPT di Jatim pada pemilihan umum (Pemilu) 2019 mendatang menjadi 31.011.960 dari sebelumnya 30.490.255 pemilih.

"Jadi setelah proses pencermatan selama dua bulan terakhir ini, ternyata DPT kita ada pergerakan, bertambah sekitar 500 ribu lebih pemilih," kata Komisioner KPU Jatim, Khoirul Anam, disela Rapat Pleno Terbuka Rekapitulasi DPT Hasil Perbaikan Ke-2 (DPTHP-2) di Hotel Elmi Surabaya, Jawa Timur, Rabu, 14 November 2018.

Sebanyak 31.011.960 pemilih ini meliputi 15.264.920 pemilih laki-laki dan 15.747.040 pemilih perempuan. Jumlah ini bertambah dari penetapan DPT yang juga hasil perbaikan sebelumnya (pertama) yang berada di angka 30.490.255 pemilih saat ditetapkan pada akhir September 2018 lalu.

"DPTHP-2 ini akan ditetapkan menjadi DPT, karena akan dipakai sebagai dasar pengadaan logistik baik untuk perlengkapan TPS, surat suara, perencanaan anggota KPPS dan lain sebagainya," ujarnya.

Dari 38 Kabupaten/Kota di Jatim, lanjut Anam, Kota Surabaya menempati peringkat pertama dengan jumlah pemilih terbanyak sebanyak 2.118.843 pemilih, disusul Kabupaten Malang 2.003.679 pemilih, Kabupaten Jember 1.866.654 pemilih, Kabupaten Sidoarjo 1.394.483, dan Kabupaten Banyuwangi 1.323.840 pemilih.

Sedangkan daerah dengan jumlah pemilih terendah adalah Kota Mojokerto sebanyak 98.090 pemilih, disusul Kota Blitar sebanyak 114.443 pemilih, Kota Pasuruan 145.737 pemilih, Kota Madiun 148.079 pemilih, Kota Batu 153.738 pemilih, Kota Probolinggo 167.194 pemilih, Kota Kediri 203.664 pemilih dan Kota Malang sebanyak 624.713 pemilih.

Meski DPTHP-2 ditetapkan menjadi DPT, kata Anam, jumlah pemilih tahun depan ini masih fleksibel, bisa bertambah atau berkurang. Sebab, KPU Jatim terus meneliti dan mendata pemilih yang belum masuk dalam DPTHP-2 sebelum 17 April 2019.

"Mereka nantinya akan dimasukkan ke dalam Daftar Pemilih tambahan. Jadi jumlah pemilih ini bisa bertambah karena orang yang berusia 17 tahun atau menikah sebelum hari H pemilihan umum bisa memiliki hak pilih. Selain itu juga bisa berkurang karena ada pemilih yang meninggal atau diangkat menjadi anggota Polri dan TNI," pungkas Anam.


(DEN)