KPK Kembali Geledah Empat Lokasi di Malang

Daviq Umar Al Faruq    •    Selasa, 09 Oct 2018 17:34 WIB
kasus korupsipenggeledahan
KPK Kembali Geledah Empat Lokasi di Malang
Penyidik KPK menggeledah beberapa kantor di lingkungan Pemkab Malang, Jawa Timur, Selasa, 9 Oktober 2018. Medcom.id/ Daviq Umar Al Faruq,

Malang: Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali melanjutkan penggeledahan di Malang, Jawa Timur, Selasa 9 Oktober 2018 pagi. Kali ini lembaga anti rasuah tersebut menggeledah empat kantor yang berada di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malang.

Empat kantor itu antara lain Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kabupaten Malang, Dinas Perumahan Kawasan, Permukiman, dan Cipta Karya (DPKPCK) Kabupaten Malang, Dinas Pendidikan Kabupaten Malang, dan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Malang.

Pantauan Medcom.id, saat menggeledah kantor BPKAD, sejumlah penyidik mengenakan rompi KPK, sarung tangan putih, dan wajah ditutup masker. Selama penggeledahan, kantor dijaga ketat oleh petugas kepolisian bersenjata.

"Saya tidak tahu ruangan apa saja yang digeledah, saya hanya bertugas untuk berjaga," kata seorang petugas kepolisian yang tengah berjaga di depan kantor BPKAD Kabupaten Malang, Jawa Timur.

Penyidik KPK tiba di kantor BPKAD Kabupaten Malang yang berada di area Pendopo Agung Kabupaten Malang, Jalan KH Agus Salim, Kota Malang, sekitar pukul 10.00 WIB. Selang beberapa saat, penyidik kemudian menggeledah kantor DLH Kabupaten Malang yang juga berlokasi di area pendopo.

Sedangkan penyidik KPK tiba di kantor Dinas Pendidikan Kabupaten Malang sekitar pukul 10.30 WIB dan tiba di kantor DPKPCK Kabupaten Malang sekitar pukul 10.45 WIB. Penggeledahan tersebut sempat membuat sejumlah pegawai harus berkumpul di halaman kantor.

Bahkan, pelayanan masyarakat di kantor DPKPCK juga sempat terhenti dengan adanya penggeledahan ini. Sejumlah warga yang hendak mengurus administrasi pun dipersilahkan pulang.

Tak hanya menggeledah kantor DPKPCK, penyidik KPK juga sempat memeriksa mobil Daihatsu Terios ber nomor polisi N 1165 DY yang terparkir di halaman kantor. Di mobil tersebut, penyidik KPK memeriksa beberapa lembar dokumen.

Sebelumnya Bupati Malang, Rendra Kresna mengaku jika dirinya sudah ditetapkan tersangka oleh KPK dalam kasus dugaan korupsi Dana Alokasi Khusus (DAK) pendidikan tahun anggaran 2011. Dia disangkakan menerima gratifikasi dalam kasus tersebut.


(DEN)