Tanggul Lumpur Porong Turun

BPLS Klarifikasi Tak Ada Warga Mengungsi

Syaikhul Hadi    •    Senin, 08 Oct 2018 10:23 WIB
semburan lumpur
BPLS Klarifikasi Tak Ada Warga Mengungsi
Husaeni dan Khusnul, warga sekitar tanggul lumpur di Sidoarjo, mengemaskan barang lantaran mencemaskan dampak penurunan tanggul, Medcom.id - Hadi

Sidoarjo: Tak ada lumpur yang keluar dari batas tanggul di Sidoarjo, Jawa Timur. Warga pun tak ada yang mengungsi.

Humas Badan Penanggulangan Lumpur Sidoarjo (BPLS) Hengki Listria Adi mengatakan telah mengecek kondisi lumpur dan tanggul. Hingga Minggu malam, 7 Oktober 2018, Hengki mengatakan tak ada warga yang mengungsi dari sekitar tanggul.

"Ini yang perlu diklarifikasi, tak ada yang mengungsi. Saya sudah cek ke kepala desa. Mereka cuma menitipkan barang-barangnya, tapi tetap tidur di sini," kata Hengki.

Menurut Hengki, petugas gabungan tengah berjaga-jaga di sekitar tanggul untuk menghindari hal tak diinginkan. 

Baca: ?Warga Khawatir Tanggul Penahan Lumpur Turun

Penurunan tanggul terjadi pada Jumat, 5 Oktober 2018. Warga di sekitar tanggul cemas. Warga menunjukkan dinding dan lantai rumah yang retak. Sehingga beberapa warga mengungsi ke rumah kerabat.

Hal itu disampaikan M Amam, 32, warga Dusun Pologunting, Desa Gempolsari, Tanggulangin, Sidoarjo. Amam mengaku mendengar bunyi gemuruh setelah tanggul longsor. Amam pun mengemas barang-barang ke tempat lebih aman.

Baca: Warga Sekitar Lumpur Sidoarjo Mengungsi

"Khawatir saja terjadi apa-apa. Makanya saya dan keluarga berkemas dan memasukan barang-barang ke dalam karung sak," ujar Amam. 

Pernyataan serupa disampaikan Husaeni, 40 dan Khusnul, 60. Mereka mengaku mengemas dan menitipkan barang-barang berharga ke rumah kerabat masing-masing. 

Saat siang, mereka masih menghuni rumah masing-masing. Namun mereka tidur di rumah kerabat saat malam hari.

Baca: Setelah Tanggul Longsor, Warga Rasakan Getaran dan Dinding Rumah Retak

"Semalam saya tidur di rumah RT 12. Saya kawatir nanti tiba-tiba ambrol lagi makanya saya mengungsi dengan anak saya," ujar Khusnul.



(RRN)