Upah Guru Honorer di Bandung Barat Naik 200 Persen

Depi Gunawan    •    Kamis, 29 Nov 2018 15:59 WIB
Guru Honorer
Upah Guru Honorer di Bandung Barat Naik 200 Persen
Ilustrasi uang, Medcom.id - M Rizal

Bandung: Upah guru honorer di Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, akan naik menjadi 200 persen. Mulai 2019, guru honorer menerima upah Rp1,5 juta dari Rp500 ribu per bulan.

Janji itu disampaikan Bupati Bandung Barat Aa Umbara Sutisna pada peringatan HUT ke-47 Korpri, HUT ke-73 PGRI, dan Hari Guru Nasional, Kamis, 29 November 2018. Kegiatan itu berlangsung di lingkungan Kantor Pemerintah Kabupaten Bandung Barat.

"Insentif bagi guru honor yang semula hanya Rp500 ribu, tetapi tahun depan dinaikkan sebesar 200 persen menjadi Rp1,5 juta. Kenaikan upah ini bertujuan untuk meminimalisasi ketimpangan kesejahteraan antara guru PNS dan honorer," kata Aa Umbara.

Meningkatkan kualitas dan mutu pendidikan, ujar Aa Umbara, merupakan kewajiban pemerintah. Namun, peningkatan kualitas tak sekadar mengandalkan guru berstatus pegawai negeri sipil (PNS). 

Guru honorer pun, lanjut Aa Umbara, berkontribusi pada peningkatan kualitas pendidikan. Tapi, kesejahteraan guru honorer masih minim.

Aa Umbara mengatakan penaikan upah untuk guru honorer telah disetujui DPRD Bandung Barat. Ia berharap kebijakan itu dapat meningkatkan kesejahteraan guru honorer.

Beberapa bulan lalu, ribuan guru honorer di Kabupaten Bandung Barat mogok kerja. Mereka memprotes upah yang tak sesuai upah minimum kabupaten (UMK). Ditambah lagi, kecil kemungkinan mereka untuk naik status menjadi PNS.

Eko Edi Gandira, guru honorer tingkat SD, mengapresiasi kebijakan tersebut. Ia berharap upah untuk guru honorer SD hingga SMP setara dengan guru honorer SMA yaitu Rp1,8 juta per bulan. Kebijakan guru honorer SMA berada di tangan pemerintah provinsi.

"Harapan saya, penghasilan guru SD lebih baik lagi. Dengan penghasilan yang sekarang, saya harus kerja sambilan sebagai operator di sekolah lain. Total upah yang bisa saya terima kurang lebih Rp1,2 juta per bulan, digunakan untuk kebutuhan sehari-hari," ujar Eko yang bekerja di SDN Cilumber, Kecamatan Lembang
 


(RRN)