Pantai Selatan Jawa Berpotensi Gempa dan Tsunami

Daviq Umar Al Faruq    •    Jumat, 04 Jan 2019 16:33 WIB
gempa bumi
Pantai Selatan Jawa Berpotensi Gempa dan Tsunami
Titik-titik gempa di Jawa Timur selama 2018. (Grafis BMKG Karangkates)

Malang: Stasiun Geofisika BMKG Karangkates Malang, memprediksi seluruh pantai selatan di Pulau Jawa berpotensi terjadi bencana. Terutama bencana gempa bumi dan tsunami.

"Kalau BMKG secara detail tidak punya wilayah teritorial, yang jelas seluruh pantai selatan Pulau Jawa berpotensi gempa bumi dan tsunami," kata Kepala Stasiun Geofisika BMKG Karangkates Malang saat dikonfirmasi, Jumat, 4 Januari 2019.

Musripan menjelaskan, bila ditinjau dari kedalaman atau hiposenternya, rata-rata gempa bumi dangkal di selatan Jawa Timur terjadi akibat aktivitas pergerakan lempeng tektonik di zona subduksi. 

"Lempeng tektonik Indo Australia yang menyusup ke bawah lempeng tektonik Eurasia mengakibatkan adanya akumulasi energi pada batuan tersebut hingga pelepasan energi dan pelepasan energi ini yang menimbulkan gempa bumi," bebernya.

Oleh karena itu, masyarakat yang sedang berlibur di pantai maupun yang tinggal di pesisir pantai dihimbau untuk selalu waspada. Masyarakat juga dihimbau mampu melakukan evakuasi secara mandiri serta tidak panik apabila terjadi gempa kuat.

"Bilamana terdapat gempa berkekuatan lebih dari 7.0 SR, segera tinggalkan pantai ke tempat yang lebih aman atau tempat yang lebih tinggi karena dikawatirkan akan terjadi tsunami," ungkapnya.

Musripan juga mengimbau agar masyarakat tidak mudah percaya dengan adanya informasi atau isu gempa. Terutama soal isu yang mengatakan bahwa bakal terjadi gempa bumi di berbagai daerah di Jawa Timur.

"Hingga saat ini gempa bumi tektonik belum bisa diprediksi dengan tepat. Baik dari waktu, tanggal dan tahun serta kekuatannya. BMKG akan mengeluarkan keterangan resmi terjadinya gempa bumi, setelah gempa bumi tersebut terjadi," tambahnya.

Musripan menambahkan informasi tentang terjadinya gempa bumi biasanya akan diteruskan oleh BMKG kepada Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat. Selanjutnya informasi tersebut dapat ditindaklanjuti.

"Masyarakat sebaiknya meminta informasi kepada pihak-pihak yang bertanggung jawab dan tidak mempercayai kabar burung yang tidak jelas sumbernya itu," pungkasnya.

Sebelumnya diberitakan, sepanjang 2018 gempa bumi di wilayah Jawa Timur terjadi sebanyak 633 kali. Ratusan gempa bumi tersebut terekam pada peralatan Seismograp. Dari jumlah tersebut, terdapat 13 kali gempa bumi yang dapat dirasakan atau berdampak pada masyarakat Jawa Timur.


(ALB)