Pemuda di Surabaya Ditangkap karena Sekap dan Perkosa Pacar

Syaikhul Hadi    •    Selasa, 15 Jan 2019 19:52 WIB
pemerkosaanpenyekapan
Pemuda di Surabaya Ditangkap karena Sekap dan Perkosa Pacar
IRS, 23, (tengah) harus mempertanggungjawabkan perbuatannya dan mendekam di Mapolsek Tegalsari, Surabaya. Medcom.id/Syaikhul Hadi

Surabaya : IS, 20, asal Surabaya hanya berteriak meminta tolong usai terbebas dari penyekapan. IS  disekap, dianiaya dan diperkosa pacarnya sendiri selama 24 jam. IRS, 23, harus mempertanggungjawabkan perbuatannya dan mendekam di Mapolsek Tegalsari, Surabaya.

"Pelakunya sudah kami tangkap dan ditahan di Mapolsek," ungkap Kapolsek Tegalsari Kompol David Trio Prasojo, Selasa, 15 Januari 2019.

Kejadian itu bermula saat salah satu petugas melintasi kawasan Kedondong Surabaya, pada Rabu, 9 Januari 2019. Petugas mendapati korban IS tiba-tiba keluar dari sebuah rumah dan meminta tolong. Saat ditanya petugas, IS hanya berupaya menunjuk rumah yang ditempati tersangka.

"Mungkin karena trauma ya, akhirnya kita bawa ke Polsek, untuk dimintai keterangan. Dan pelaku saat itu juga langsung diamankan," jelas Kompol David.

Dari hasil keterangan korban, korban diminta pacarnya datang ke indekos sehari sebelumnya. Korban sempat menolak dengan alasan korban sedang tidak mau bertemu dengan tersangka.

"Mengetahui pacarnya tak mau ke sana, pelaku sempat mengirim gambar bugil korban dan akan menyebarkan gambar tersebut jika korban tak mau datang," jelasnya.

Merasa terpaksa, korban mendatangi rumah indekos pelaku. Sesampainya di sana, korban justru menjadi bulan-bulanan pelaku saat korban menolak diajak untuk berhubungan badan.

"Di sanalah, korban dianiaya, ditampar sebanyak empat kali, dipukul tangannya, dipukul kepalanya, hingga digunting rambutnya," terangnya.

Korban sengaja tak dipulangkan hingga Rabu pagi. Korban kembali mendapat penganiayaan pagi itu lantaran pelaku mengetahui isi pesan yang ada di telepon seluler korban.

"Ditampar lagi, dipukuli, dan diajak berhubungan badan lagi. Itu sudah dilakukan pelaku selama empat kali selama satu hari," tambahnya hingga akhirnya, korban berhasil keluar dan melarikan diri.

Akibat perbuatannya, tersangka dijerat dengan pasal 351 KUHP dan pasal 285 tentang Penganiayaan dan Pemerkosaan dengan ancaman hukuman penjara 12 tahun.


(SUR)