Ahmad Dhani Mangkir Lagi

Amaluddin    •    Selasa, 23 Oct 2018 13:26 WIB
penipuanujaran kebencian
Ahmad Dhani Mangkir Lagi
Kabid Humas Polda Jatim, Kombes Pol Frans Barung Mangera, saat menemui perwakilan demonstran di Mapolda Jatim. (Medcom.id/Amal).

Surabaya: Ahmad Dhani Prasetyo kembali mangkir dari panggilan Kepolisian Daerah (Polda) Jawa Timur untuk diperiksa terkait kasus ujaran kebencian, Selasa, 23 Oktober 2018. Ahmad Dhani sedianya diperiksa polisi pada Kamis 18 Oktober 2018. Namun, Dhani tak datang. 

Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol Frans Barung Mangera berencana melayangkan surat panggilan kedua sekaligus menjemput paksa jika dia tidak hadir lagi hari ini.

Tapi, sambung Frans, kemarin kuasa hukum Ahmad Dhani hadir ke Mapolda Jatim dan meminta pemeriksaaan ditunda hingga Jumat 26 Oktober 2018. "Artinya, rencana penjemputan paksa pada Rabu ditunda hingga Jumat. Sebab, deadline waktu pemanggilan sudah dipenuhi dan dia (kuasa hukum) memastikan Dhani hadir pada Jumat," ujar Frans.

Baca: Ahmad Dhani Terpojok Dua Alat Bukti

Selain kasus ujaran kebencian, hari ini Dhani juga mangkir dari pemanggilan Polda Jatim terkait kasus penipuan investasi vila di Batu sebesar Rp200 juta. Dalam kasus ini, Ahmad Dhani akan diperiksa sebagai saksi.

"Untuk kasus ini, tadi pengacaranya menyampaikan Ahmad Dhani akan memenuhi panggilan besok pukul 14.00 WIB," ujarnya. 

Ahmad Dhani menjalani dua kasus berbeda di Mapolda Jatim. Pertama adalah kasus ujaran kebencian. Di kasus ini Dhani telah ditetapkan sebagai tersangka. 

Dalam kasus ini, Dhani dilaporkan Koalisi Bela NKRI karena melontarkan ujaran kebencian dalam vlog yang ditujukan kepada kelompok penolak deklarasi 2019 Ganti Presiden di Surabaya pada 26 Agustus lalu. Video tersebut sempat viral melalui akun Instagram Dhani. 

Kasus kedua adalah kasus dugaan penipuan dan penggelapan investasi vila di Batu, Malang,  senilai Rp200 juta. Dalam kasus ini, Ahmad Dhani masih berstatus saksi. Ia dilaporkan Moh Zaini Ilyas yang mengaku pernah meminjamkan Dhani uang untuk investasi vila sebesar Rp400 juta. Sampai saat ini sisa utang sekitar Rp200 juta.


(ALB)