Jokowi Janji Naikkan Dana PKH

Amaluddin    •    Kamis, 08 Mar 2018 15:47 WIB
pkhpresiden jokowidana pkh
Jokowi Janji Naikkan Dana PKH
Presiden Jokowi dalam acara penyerahan PKH, KIP dan Bansos Rastra. (Medcom.id/Amal).

Surabaya: Presiden Joko Widodo (Jokowi) berjanji akan menaikkan jumlah dana Program Keluarga Harapan (PKH) pada tahun 2019. Saat ini jumlah dana PKH sebesar Rp1.890.000 per keluarga.

"Saya pastikan, Insyaallah tahun depan jumlah dana PKH saya tambah. Setuju ndak?," kata Jokowi, disambut meriah ibu-ibu yang hadir dalam acara Penyerahan KIP, PKH, dan Bansos Rastra di GOR Tri Dharma Gresik, Jawa Timur, Kamis, 8 Maret 2018.

Tak hanya jumlah dana PKH, orang nomor satu di Indonesia itu juga berjanji akan menambah jumlah penerima PKH. Dari sekitar 10 juta penerima PKH di 2018, bakal naik 5 juta atau menjadi 15 juta penerima PKH pada tahun depan. "Tahun depan Insyaallah akan ditambah 15 juta penerima PKH seluruh Indonesia," kata Jokowi.

Sementara terkait kenaikan jumlah dana PKH, Jokowi belum bisa menyebut angka. Sebab, kata dia, pihaknya masih akan membahasnya bersama DPR RI dan pihak terkait. "Jadi, saya belum bisa menyebut berapa angka jumlah dana PKH yang akan dinaikkan, karena itu nanti harus dapat persetujuan dengan DPR," katanya.

Jokowi berharap masyarakat penerima PKH bersyukur. Karena pemerintah mampu memberikan bantuan kepada masyarakat, guna mensejahterakan rakyat Indonesia. "Kita syukuri dulu. Saya pastikan Insya Allah tahun depan naik," ujarnya.

Presiden Jokowi bersama sejumlah kabinet kerja melakukan kunjungan kerja (kunker) di tiga daeran Jatim, yaitu Kabupaten Gresik, Lamongan, dan Tuban. Di Gresik, mantan Wali Kota Solo itu menyerahkan KIP, PKH, dan Bansos Rastra, masing-masing 1.250 penerima.

Untuk KIP, sebanyak 2,19 juta siswa telah menerima KIP. Untuk di Gresik sendiri penerima KIP sebanyak 36,1 ribu siswa. Sedangkan penerima PKH di Jatim mencapai 1,76 juta keluarga, secara khusus di Kabupaten Gresik ada 53.300 penerima PKH. 

Sedangkan untuk penerima Bansos Rastra di Jatim mencapai 2,8 juta penerima dan khusus di Kabupaten Gresik mencapai 85 ribu penerima.



(ALB)