Bea Cukai Musnahkan 10,5 Juta Batang Rokok Ilegal

Syaikhul Hadi    •    Selasa, 06 Feb 2018 17:10 WIB
rokokcukai rokok palsurokok ilegal
Bea Cukai Musnahkan 10,5 Juta Batang Rokok Ilegal
pemusnahan 10,5 juta batang rokok ilegal

Sidoarjo: Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Kanwil Jatim I Tipe Madya Pabean B Juanda Sidoarjo, memusnahkan sebanyak 10,5 juta batang rokok ilegal atau sekitar 20 ton. Jutaan batang rokok itu hasil operasi selama April sampai dengan akhir Desember 2017.

"Jumlah rokok yang dimusnahkan setara dengan Rp6 miliar," kata Kepala Kantor Bea dan Cukai Sidoarjo Nur Rusydi di Surabaya, Selasa, 6 Februari 2018.

"Ada sekitar 10,5 juta batang rokok ilegal atau setara dengan 20 ton lebih yang akan dilakukan pemusnahan terhadap rokok ilegal," kata Nur Rusydi saat press conference di kantor Bea Cukai Juanda, Selasa, 6 Februari 2018. 

Pemusnahan rokok ilegal tersebut sudah mendapat persetujuan dari Direktur Pengelolaan Kekayaan Negara dan Sistem Informasi Direktorat Jenderal Kekayaan Negara atas nama Menteri Keuangan. Dari jumlah 10,5 juta batang rokok ilegal tersebut berkisar Rp6 miliar lebih. 

"Potensi nilai penerimaan negara yang berhasil diselamatkan dari pemusnahan rokok ilegal ini sebesar Rp.4,1 miliar," terangnya. 

Menurutnya, bentuk pengawasan maksimal yang dilakukan bea cukai Sidoarjo selain bertujuan untuk mengamankan penerimaan negara dari sektor cukai, juga untuk mengendalikan konsumsi serta menjaga iklim usaha yang kondusif. Sehingga diharapkan kedepannya bisa memberantas peredaran rokok tanpa cukai (ilegal). 

"Dari unsur penerimaan sektor cukai, upaya yang dilakukan bea cukai dalam memberantas peredaran rokok ilegal pastinya sangat berdampak pada penerimaan negara. Sebutlah ditahun 2017 lalu. Kantor bea cukai sudah berhasil melampaui target yang ditetapkan. Total yang berhasil dicapai sebesar Rp.3,4 Trilliun atau setara 100,71 persen dari target yang ditetapkan," jelasnya. 

Kedepan, pihaknya berharap agar pelaku usaha dibidang cukai untuk lebih mentaati aturan dalam memproduksi maupun peredaran rokok. Dan diharapkan tidak ada lagi pelanggaran yang dilakukan pengusaha pabrik rokok, baik dalam produksi perizinan maupun peredaran rokok ilegal. 

"Sehingga penerimaan dari sektor cukai menjadi lebih optimal dan menciptakan iklim usaha yang kondusif," tandasnya. 



(ALB)