Puluhan Mahasiswa Unjuk Rasa di Depan Mapolda Jatim

Syaikhul Hadi    •    Rabu, 25 Oct 2017 15:52 WIB
aksi mahasiswademo mahasiswa
Puluhan Mahasiswa Unjuk Rasa di Depan Mapolda Jatim
Puluhan mahasiswa gabungan dari berbagai universitas di Surabaya menggelar unjuk rasa di depan Markas Polisi Daerah Jawa Timur -- MTVN/Syaikhul Hadi

Metrotvnews.com, Surabaya: Puluhan mahasiswa gabungan dari berbagai universitas di Surabaya menggelar unjuk rasa di depan Markas Polisi Daerah Jawa Timur. Mereka menuntut agar 16 mahasiswa yang ditangkap pascainsiden aksi di depan Istana Negara beberapa waktu lalu dibebaskan.

"Harusnya hal ini (penahanan) tidak terjadi pada mahasiswa yang menggelar aksi untuk menyampaikan aspirasi kepada pemerintah," kata Icha, mahasiswa Universitas Airlangga (Unair), Surabaya, Jawa Timur, Rabu 25 Oktober 2017.

Pantuan Metrotvnews.com, mahasiswa yang terlibat aksi di depan Mapolda Jatim dari Unair, Institut Tekhnologi Surabaya (ITS), Politeknik Elektronika Negeri Surabaya (PENS), Politeknik Perkapalan Negeri Surabaya (PPNS), Universitas Negeri Surabaya, dan Universitas Islam Negeri Surabaya.

Icha menjelaskan, pihaknya juga menyayangkan adanya tindakan represif polisi terhadap mahasiswa yang menyuarakan aspirasi masyarakat di depan Istana Merdeka saat itu. Apalagi, menurutnya, kebebasan menyampaikan pendapat adalah hak paling dasar yang diperjuangkan seluruh aktivis di Tanah Air.

"Kami menuntut mereka dibebaskan, karena Kepolisian tidak memiliki bukti kuat dalam penangkapan dan penetapan tersangka," tegasnya.

Sebelumnya, 14 mahasiswa ditangkap usai aksi yang berujung ricuh di depan Istana Merdeka pada Jumat 20 Oktober 2017. Mereka ditetapkan sebagai tersangka usai menjalani pemeriksaan 1x24 jam.

Sebanyak dua mahasiswa di antaranya, diputuskan ditahan, dan sisanya dipulangkan. Polisi menjerat IM dan MYS dengan Pasal 160 KUHP tentang Penghasutan dan 170 KUHP tentang Kekerasan.

Sedangkan, 12 mahasiswa lainnya dikenakan Pasal 216 KUHP dan 218 KUHP karena dinilai melawan aparat. Mereka dipulangkan karena tindak pidana yang dilakukan kategori ringan dengan ancaman hukuman di bawah satu tahun.

Berdasarkan pengembangan, polisi kembali menetapkan dua mahasiswa sebagai tersangka, yaitu Wildan dan Presiden BEM IPB Panji Laksono. Keduanya dijerat Pasal 160 KUHP tentang Penghasutan.

Total ada 16 mahasiswa yang ditetapkan sebagai tersangka. Belasan mahasiswa itu disangka jadi biang keladi bertahannya mahasiswa hingga larut malam.


(NIN)