32 Kabupaten/Kota di Jawa Timur Rawan Banjir

Amaluddin    •    Minggu, 25 Sep 2016 15:42 WIB
bencana alam
32 Kabupaten/Kota di Jawa Timur Rawan Banjir
Kepala BPBD Jawa Timur Sudharmawan (Foto: Metrotvnews.com/Amaluddin)

Metrotvnews.com, Surabaya: Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Timur mencatat sebanyak 32 dari 38 kabupaten/kota di wilayah setempat rawan banjir. Sedangkan daerah rawan tanah longsor di 22 kabupaten/kota.
 
"Sebanyak 32 kabupaten/kota itu adalah daerah yang rawan banjir intensitas sedang dan tinggi," kata Kepala BPBD Jawa Timur Sudharmawan kepada Metrotvnews.com, Minggu (25/9/2016).
 
Menurut Darmawan, daerah rawan banjir itu biasanya dampak dari luapan sungai di sekitarnya. Di antaranya luapan air di Bengawan Solo akan mengakibatkan banjir di Bojonegoro, Lamongan, Gresik, Ngawi, dan Tuban. Selain itu, banjir akibat luapan sungai di wilayah provinsi berdampak di Trenggalek, Ponorogo, Madiun, dan Pacitan.
 
Sementara, daerah dampak luapan air Sungai Brantas adalah Malang Raya, Jombang, Sidoarjo, Kabupaten Mojokerto, Kota Mojokerto, Kota Surabaya, Kabupaten Pasuruan, Kota Pasuruan, Kabupaten Probolinggo, Kota Probolinggo, Situbondo, Bondowoso, Lumajang, Banyuwangi, dan Jember. "Untuk Madura dampak luapan Sungai Kemuning yakni Bangkalan, Sampang, Pamekasan, dan Sumenep," imbuh dia.
 
Sedangkan, daerah rawan longsor di 22 kabupaten/kota di antaranya Bojonegoro, Lamongan, Gresik, Ngawi, Tuban, Trenggalek, Ponorogo, Madiun, Pacitan, Malang, Jombang, Sidoarjo, Kabupaten Mojokerto, Kota Mojokerto, Kabupaten Pasuruan, Kota Pasuruan, Kabupaten Probolinggo, Kota Probolinggo, Situbondo, Bondowoso, Lumajang, Banyuwangi, Jember, Sampang dan Pamekasan.
 
"Ancaman longsor ini hampir terjadi di semua musim. Misalnya terjadi pada musim kemarau. Biasanya terjadi saat musim transisi dari kekeringan ke musim hujan," kata dia. 
 
Untuk mengantisipasi bencana alam itu, Darmawan mengaku pihaknya sudah mengeluarkan peringatan dini waspada banjir dan longsor. BPBD Jawa Timur juga telah menyiapkan strategi tanggap bencana di antaranya menyiapkan peralatan dan logistik di setiap daerah serta menyiapkan jalur evakuasi dan lokasi evakuasi.
 
"Selain itu, kami bersama teman-teman BPBD di daerah rutin memlakukan pengecekan di hulu-hulu sungai," pungkasnya.



(TTD)