Mantan Wali Kota Batu Divonis 3 Tahun Penjara

Syaikhul Hadi    •    Jumat, 27 Apr 2018 13:52 WIB
kasus suapkasus korupsi
Mantan Wali Kota Batu Divonis 3 Tahun Penjara
Mantan Wali Kota Batu, Jawa Timur, Eddy Rumpoko. Antara/Hafidz Mubarak

Sidoarjo: Mantan Walikota Batu, Eddy Rumpoko divonis tiga tahun penjara dan denda Rp300 juta subsider kurungan tiga bulan. Putusan ini jauh lebih ringan dibandingkan dengan tuntutan delapan tahun penjara dan denda Rp600 juta subsider kurungan 6 bulan dari Jaksa Penuntut Umum KPK.

Ketua Majelis Hakim Unggul Warso Mukti menyatakan Eddy bersalah dan melanggar ketentuan pasal 11 UU RI Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi, sesuai dakwaan subsider Jaksa KPK. Sementara dakwaan primer Eddy dinyatakan tidak terbukti.

Hak politik Eddy dikenakan pasal pencabutan hak politiknya selama tiga tahun setelah menjalani hukuman.

Jaksa KPK menilai Eddy melanggar Pasal 12 huruf a Nomor 31 tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana diubah dalam UU Nomor 20 tahun 2001 juncto Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP juncto Pasal 64 ayat 1 KUHP. Eddy juga dituntut dikenakan pasal tambahan yaitu hak politiknya dicabut selama lima tahun setelah menjalani hukuman.

Pihak KPK mengatakan akan pikir-pikir terlebih dahulu atas putusan MaMantan Walikota Batu, Eddy Rumpoko divonis tiga tahun penjara dan denda Rp300 juta subsider kurungan tiga bulan. jelis Hakim. Pihaknya menilai, putusan yang dipaparkan majelis hakim terhadap terdakwa ER hanya sebatas penerapan pasal.

"Menurut kami hanya masalah dalam penerapan pasal saja. Yakni perbedaan penerapan pasal antara jaksa dan hakim," kata Jaksa KPK Iskandar usai pembacaan putusan di Pengadilan Tipikor Surabaya di Juanda Sidoarjo, Jumat, 27 April 2018.

Secara fakta hukum, lanjutnya, dakwaan itu sudah terbukti. Artinya sudah ada fakta yang terungkap di persidangan tapi jaksa dan hakim berbeda dalam penafsiran pasal.

"Majelis hakim tak sependapat. Menurutnya, tidak ada maksud untuk menggerakkan. Karena yang berinisiatif untuk meminta itu terdakwa. Itu dianggap suap pasif. Bukan aktif," bebernya.

(Baca: Mantan Wali Kota Batu Dituntut 8 Tahun Penjara)

KPK menetapkan Eddy Rumpoko sebagai tersangka dalam kasus suap proyek belanja modal dan mesin pengadaan meubelair di Pemkot Batu tahun anggaran 2017. Selain Eddy, KPK juga menetapkan Kepala Bagian Unit Layanan Pengaduan (ULP) Pemkot Batu Eddi Setiawan dan Filipus. Ketiganya ditangkap dalam operasi tangkap tangan di Batu pada 16 September 2017.

Dalam operasi itu, KPK menyita uang Rp200 juta. Diduga, Filipus akan memberikan uang itu pada Eddy. KPK juga menemukan uang Rp100 juta dari Eddi Setiawan. Diduga uang itu berkaitan dengan honor atas proyek pengadaan meubelair di Pemkot Batu tahun anggaran 2017. Total fee yang diterima Eddy Rumpoko dari proyek tersebut diduga sebesar Rp500 juta. Rinciannya, Rp200 juta dalam bentuk tunai dan Rp300 juta untuk pelunasan mobil Toyota Alphard.

 


(SUR)