Penangguhan Penahanan Ketua DPRD Jember Ditolak

Kusbandono    •    Minggu, 01 Apr 2018 19:44 WIB
kasus korupsi
Penangguhan Penahanan Ketua DPRD Jember Ditolak
Ilustrasi - Medcom.id

Jember: Permohonan penangguhan penahanan Ketua DPRD Jember Thoif Zamroni yang ditetapkan sebagai tersangka kasus dana hibah kelompok ternak Tahun 2015, ditolak Kejaksaan Negeri Kabupaten Jember, Jawa Timur.

"Kami sudah menerima pengajuan penangguhan penahanan dari pengacara tersangka setelah beberapa hari tersangka ditahan, namun hingga kini Kejaksaan tidak mengabulkan permohonan tersebut," kata Kepala Seksi Pidana Khusus Kejaksaan Negeri (Kejari) Jember Asih di Jember, Minggu.1 April 2018.

Kejari Jember menerima surat permohonan penangguhan penahanan tersangka Ketua DPRD Jember yang diajukan oleh kuasa hukumnya dengan jaminan keluarganya atau istrinya.

"Permohonan penangguhan penahanan tersangka juga diajukan oleh Partai Gerindra Jember, namun kami juga tidak mengabulkan permohonan tersebut," tambah Asih.

Sementara itu, kuasa hukum tersangka, M Nuril, mengatakan pihaknya sudah mengajukan permohonan penangguhan penahanan Ketua DPRD Jember kepada Kejari Jember, namun permohonan tersebut belum mendapat jawaban.

"Kami berharap Kejari Jember dapat mengabulkan permohonan penangguhan klien kami dengan berbagai pertimbangan," kata Nuril melalui selulernya kepada Medcom.id.

Sebelumnya Kejari Jember menetapkan Ketua DPRD Jember sebagai tersangka kasus korupsi dana hibah kelompok ternak. Total anggaran hibah kelompok ternak tahun 2015 diketahui sebesar Rp33 miliar. 

Dana hibah kelompok ternak itu merupakan usulan anggota DPRD Jember yang kemudian dialokasikan dalam APBD 2015 sebesar Rp33 milia. Berdasarkan hasil Laporan Hasil Pemeriksaan Badan Pemeriksa Keuangan (LHP BPK) RI ditemukan adanya 158 kelompok penerima dana hibah tidak melaporkan surat pertanggungjawaban (SPJ) atas penggunaan dana hibah, sehingga diduga bermasalah.


(LDS)