Haedar Nashir Sebut Ada Radikalisme dalam Politik

Daviq Umar Al Faruq    •    Senin, 21 May 2018 12:22 WIB
Haedar Nashir Sebut Ada Radikalisme dalam Politik
Ketua Umum Muhammadiyah Haedar Nashir. Medcom.id/Daviq Umar Al Faruq

Malang: Ketua Umum Muhammadiyah Haedar Nashir menilai radikalisme sudah menyusup ke dunia politik Indonesia. Tak sedikit tokoh politik yang mencampurkan dunia politik dengan agama, golongan, suku dan ras.

"Jangan mobilisasi emosi-emosi agama, golongan, suku dan ras yang membuat para pemilih ini kemudian menjadi radikal. Ingat radikalisme itu juga ada di politik," katanya di Malang, Minggu, 20 April 2018.

Radikalisme dalam politik biasanya membuat kelompok yang memiliki pilihan berbeda serba berseteru keras. Apalagi, ujaran yang dilontarkan tokoh politik kerap diikuti para pendukung.

"Ini salah satu contoh saja," ujarnya.

Haedar pun menilai saat ini telah terjadi keretakan orientasi politik di Indonesia. Kepentingan kelompok golongan terlampau tinggi hingga melebihi takaran dan merusak kebersamaan.

Oleh karena itu, Haedar meminta seluruh rakyat, terutama elit, untuk dapat selalu belajar mencari solusi dengan jernih, objektif dan mengutamakan dialog.

"Jangan saling menyalahkan. Kalau saling menyalahkan nanti enggak ada selesainya," ungkapnya.
(SUR)