Warga Dinoyo: Mahasiswa Meresahkan

Daviq Umar Al Faruq    •    Senin, 02 Jul 2018 19:48 WIB
kekerasan
Warga Dinoyo: Mahasiswa Meresahkan
Mediasi antara Aliansi Mahasiswa Papua (AMP) dengan warga Kelurahan Dinoyo, Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang, Jawa Timur di Aula Polres Malang Kota, Senin 2 Juli 2018. (Foto: Daviq)

Malang: Polres Malang Kota menggelar mediasi antara Aliansi Mahasiswa Papua (AMP) dengan warga Kelurahan Dinoyo, Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang, Jawa Timur, yang terlibat bentrok pada Minggu, 1 Juli 2018 malam.

Mediasi dilakukan di Aula Polres Malang Kota, Senin, 2 Juli 2018 dan turut dihadiri oleh Kapolres Malang Kota AKBP Asfuri, Dandim 0833/Kota Malang Letkol Inf Nurul Yakin, dan Plt Wali Kota Malang, Sutiaji.

Dalam mediasi tersebut, Ketua RT03/RW04 Kelurahan Dinoyo, Didit Widianto, mengaku beberapa waktu sebelumnya mendengar informasi adanya pemutaran film terkait Papua Merdeka di Asrama IPMAPAPARA.

"Kemudian bersama RW dan masyarakat lain kami memberi imbauan teman-teman dari Papua untuk tidak melakukan pemutaran film. Kami memberi tahu dan tidak mengusir teman-teman Papua," katanya.

Didit menambahkan, kegiatan yang dilakukan mahasiswa Papua di wilayahnya kerap kali meresahkan masyarakat. Padahal, sejumlah warga sekitar telah mengingatkan mereka berulang kali.

"Kalau mau tinggal di Indonesia, di mana saja harus ikuti aturan. Saya sudah ingatkan berulang kali enggak pernah digubris. Siapa saja yang tinggal di situ berapa orang saja tidak pernah ada laporan," bebernya.

Baca: Kapolres Malang Upayakan Damai Mahasiswa-Warga

Selain itu, Didit mengungkapkan keresahan masyarakat sekitar akan keberadaan mahasiswa tersebut telah berlangsung lama. Namun, tidak ada iktikad baik dari mahasiswa.

"Sering ada yang parkir tidak aturan, buang air ludah sembarangan dan mabuk-mabukan. Selain itu mereka juga punya peliharaan anjing yang tidak dikurung dan diikat dan meresahkan masyarakat yang hendak salat di masjid," urainya.

Sementara itu, pemilik rumah, Ali Mansur, mengatakan bahwa rumahnya dikontrak oleh mahasiswa digunakan sebagai Asrama IPMAPAPARA. Namun, kontraknya sudah habis sejak 20 Juni 2018 lalu.

"Beberapa bulan lalu, RT dan RW melaporkan keresahan masyarakat terkait mahasiswa di rumah saya serta mengusulkan agar mereka segera diusir. Tapi saya menolak dan menunggu hingga kontraknya habis," tuturnya.

Ali mengaku tidak ingin memperpanjang kontrak rumahnya. Karena memang ingin merenovasinya. Namun, saat ditunggu hingga kontrak rumah habis, mahasiswa tersebut tak kunjung keluar dari rumah. 

"Tapi anak-anak ini sangat bandel sekali. Mereka bilangnya mau keluar tapi saya tunggu tidak ada buktinya. Saya ingatkan sudah tiga kali tapi tak digubris. Saya benar-benar marah, ini namanya penyerobotan," pungkasnya.

Sebelumnya diberitakan, sebuah bentrokan terjadi antara Aliansi Mahasiswa Papua (AMP) Malang dengan warga Jalan MT Haryono Gang 8C RT03/RW04, Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang, Jawa Timur, Minggu 1 Juli 2018 malam.

Warga dan mahasiswa saling melempar batu. Kawasan pertokoan dan restoran di kawasan tersebut serta kendaraan yang melintas pun sempat terdampak dengan adanya bentrok ini. Kondisi jalanan pun sempat macet sejauh 2 km.


(LDS)