Ledakan Bom di Pasuruan Murni karena Kecelakaan

Amaluddin    •    Jumat, 06 Jul 2018 16:03 WIB
Bom di Pasuruan
Ledakan Bom di Pasuruan Murni karena Kecelakaan
Suasana di sekitar lokasi ledakan di Kecamatan Bangil, Kabupaten Pasuruan, Kamis, 6 Juli 2018, Medcom.id - Hadi

Surabaya: Bom meledak di Pasuruan, Jawa Timur, murni karena kecelakaan. Ledakan terjadi bukan karena kesengajaan terorisme.

Demikian disampaikan Kapolda Jatim Irjen Machfud Arifin usai menjenguk bocah yang menjadi korban dalam ledakan tersebut. Ayah dari korban tersebut merupakan pemilik bom yang meledak di rumah mereka pada Kamis siang, 5 Juli 2018, di Desa Gapor, Kecamatan Bangil.

"Bom meledak sendiri. Jadi Allah membuka mata kita semua untuk bisa ditunjukkan oleh Allah. Kalau enggak, mungkin bom itu akan digunakan ke mana-mana, kita juga enggak tahu. Tapi ini rakitan dengan daya ledak yang masih rendah," ujar Machfud di Mapolda Jatim, Kota Surabaya, Jumat, 6 Juli 2018.

Machfud mengatakan pemilik bom kerap disapa dengan nama Abdullah alias Ahmad Abdul Rabani alias Abu Ali alias Anwardi. Abdullah pernah mendekam di Lembaga Pemasyarakatan Cipinang (Lapas) Jakarta.

Pada 2011, lanjut Machfud, Abdullah mendekam di sel sebagai narapidana kasus terorisme. Empat tahun kemudian, Abdullah bebas.

"Pelaku terlibat dalam kasus bom sepeda di Kalimalang Jakarta pada tahun 2010 lalu. Kemudian tahun 2011 yang bersangkutan divonis 5,5 tahun penjara," kata Machfud.

Machfud mengatakan polisi menduga ledakan di Pasuruan berkaitan dengan peristiwa serupa di Surabaya pada Mei 2018. Pelaku juga pernah menyerang Polsek Bangil.

Baca: Warga Curiga Perilaku Abdullah setelah Ledakan Bom di Surabaya

"Diduga ada kaitannya dengan peristiwa di Surabaya juga bersahabat dengan kasus perampokan di Medan," ungkap Machfud.

Kamis, 5 Juli 2018, siang, warga gempar dengan ledakan yang berasal dari rumah Abdullah. Ledakan itu mengakibatkan anak laki-laki Abdullah, yang masih berusia tiga tahun, terluka.

Bukan hanya sekali, ledakan terdengar hingga empat kali. Abdullah kabur setelah kejadian menuju Stasiun Bangil. Sedangkan putranya dibawa warga ke rumah sakit untuk mendapatkan pertolongan.

Hingga berita ini dimuat, polisi masih memburu Abdullah. Polisi, lanjut Machfud, menemukan satu bom aktif di rumah Abdullah. Sedangkan ledakan yang melukai anak dari A terjadi tanpa sengaja.

"Sepertinya bom itu sempat dibuat mainan (dikira mainan), dan akhirnya meledak," ungkap Machfud.


(RRN)