Polda Jatim Sebut Info Buru Penyebar Video Karnaval Hoax

Amaluddin    •    Selasa, 21 Aug 2018 13:19 WIB
radikalisme
Polda Jatim Sebut Info Buru Penyebar Video Karnaval Hoax
Kabid Humas Polda Jatim Kombes Frans Barung, Medcom.id - Amaluddin

Surabaya: Kontroversi karnaval siswa di Probolinggo, Jawa Timur, sudah selesai. Polda Jatim pun meminta masyarakat tetap tenang menanggapi kontroversi tersebut, termasuk soal isu polisi mengejar warga yang menyebarkan video tersebut ke media sosial.

Kabid Humas Polda Jatim Kombes Frans Barung mengatakan polisi tak mengejar warga yang menyebarkan video tersebut. Bila pun ada pemberitaan soal pengejaran itu, Barung mengatakan informasi tersebut tidak benar.

"Itu hoax. Tidak ada pengejaran terhadap penyebar video," ujar Barung melalui sambungan telepon kepada Medcom.id, Selasa, 21 Agustus 2018.

Barung meminta pers tak sembarangan menyampaikan informasi. Barung mengingatkan pers menyampaikan informasi yang sejuk nan menyenangkan.

"Berita soal pengejaran itu hoax, saya bisa melapor ke Dewan Pers," ungkap Barung.

Beberapa hari lalu, sebuah video muncul di pemberitaan tentang karnaval di Probolinggo dan menuai kontroversi. Siswa TK dan PAUD menjadi peserta karnaval. Mereka mengenakan pakaian hitam-hitam sambil membawa senjata berkeliling di sekitar sekolah. Kegiatan itu diduga mengandung unsur radikalisme.

Baca: Polda: Karnaval di Probolinggo Bukan Simbol Radikalisme

Pihak sekolah, lanjut Barung, telah mengklarifikasi kegiatan tersebut. Pihak sekolah meinta maaf dan menegaskan tak ada unsur radikalisme dalam kegiatan itu.


(RRN)