SA Selalu Dianiaya Ibunya Sebelum Tewas

Daviq Umar Al Faruq    •    Jumat, 22 Jun 2018 16:28 WIB
penganiayaan anak
SA Selalu Dianiaya Ibunya Sebelum Tewas
Ani Musripah menggunakan baju tahanan Polres Malang. (Medcom.id/Daviq)

Malang: Ani Musripah, 34, penganiaya SA, 8, mengaku telah berulang kali menganiaya anaknya sebelum akhirnya tewas. Walhasil penyidik segera melibatkan psikiater untuk memeriksa kejiwaan pelaku.  

"Hari ini akan kita laksanakan. Kita undang psikiater. Nanti akan jadi pertimbangan kita juga," kata Kapolres Malang, AKPB Yade Setiawan Ujung, di Mapolres Malang, Jawa Timur, Jumat 22 Juni 2018. 

Yade mengatakan, pihaknya juga akan melibatkan Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) Kabupaten Malang untuk mengusut kasus penganiayaan anak yang berujung kematian itu. 

"Tapi untuk sementara kita fokus ke fakta-fakta unsur-unsur pemenuhan delik nya dulu, bagaimana kekerasan dalam rumah tangga itu dilakukan," jelasnya. 

Yade menerangkan, pihaknya tengah mencari tahu apa saja alat yang biasa digunakan Ani untuk menganiaya SA. Seluruh keterangan Ani akan dituangkan dalam berkas perkara. 

Baca: Ibu Aniaya Anak hingga Tewas Gegara Duit Rp51 Ribu

Dia mengungkap, empat saksi telah diperiksa termasuk tersangka ihwal penganiayaan SA. Polisi pun segera melaksanakan rekonstruksi. 

"Tersangka sudah kita laksanakan penahanan. Pasti nanti kita laksanakan rekontruksi, tapi untuk sementara belum dulu," pungkasnya.

Hidup SA berakhir di tangan ibu kandungnya sendiri. Bocah 8 tahun itu tewas karena luka di sekujur tubuh dan pendarahan di bagian kepala juga otak. SA dipukul menggunakan gayung dan tangan kosong, juga digigit.

Ani tega menganiaya anaknya gegara telah mengambil uang Rp51 ribu untuk membeli layangan dan mudik ke Lamongan, Jatim. 

Atas perbuatannya, tersangka dijerat Pasal 80 ayat 3 dan 4 Undang-Undang nomor 35 tahun 2014 tentang perubahan atas Undang-Undang nomor 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak dengan ancaman hukuman maksimal 20 tahun penjara.



(LDS)