Sanksi untuk Anggota DPRD Surabaya Dicabut

Antara    •    Jumat, 25 Aug 2017 11:04 WIB
dprd
Sanksi untuk Anggota DPRD Surabaya Dicabut
Ilustrasi kursi anggota DPRD, Ant

Metrotvnews.com, Surabaya: Pimpinan DPRD Kota Surabaya, Jawa Timur, mencabut larangan kunjungan kerja dan rapat dengar pendapat. Larangan itu diberikan pada anggota dewan yang tak menghadiri acara 'Ngaji Bareng Emha Ainun Nadjib' pada Sabtu malam 19 Agustus 2017.

Ketua DPRD Surabaya Armuji mengatakan larangan itu berakhir pada Kamis 24 Agustus 2017. Namun ia mengingatkan anggota dewan tak melakukan kesalahan yang sama.

"Kami ingatkan kembali pada seluruh anggota dewan untuk tetap menjaga kekompakan dengan menghadiri kegiatan di DPRD Surabaya. Tapi jika nanti ada kegiatan lagi terus masih diulang, ya, akan disanksi lagi," kata Armuji di Surabaya, Jumat 25 Agustus 2017.

Lantaran itu, 46 anggota dewan dapat kembali melakukan kunjungan kerja. 

Armuji menampik kabar anggota yang membawa larangan itu ke ranah hukum. Ia menegaskan laporan hukum tersebut tidak ada.

"Laporan apa, tidak ada itu. Teman-teman itu menggoda, sebenarnya kami sudah kompak dari dulu," katanya.

Sementara itu, Sudirjo, anggota DPRD Surabaya yang terkena sanksi, mengaku masih menunggu respons atas surat protes yang dikirimkan ke Ketua DPRD. Surat itu mempertanyakan dasar hukum larangan.

"Sampai saat ini saya masih menunggu balasan surat itu. Jika tidak ada respons, maka akan saya laporkan ke Badan Kehormatan (BK) DPRD Surabaya. Jika tidak ada respons lagi dari BK, maka akan saya laporkan ke
kepolisian," katanya.


(RRN)