Kantor First Travel di Sidoarjo Masih Buka

Syaikhul Hadi    •    Kamis, 24 Aug 2017 18:54 WIB
ibadah umrahkemelut first travel
Kantor First Travel di Sidoarjo Masih Buka
Kantor First Travel cabang Jawa Timur di Perumahan Pondok Mutiara, Jati, Sidoarjo, Jawa Timur, Kamis (24/8/2017). (Metrotvnews.com/Syaikhul Hadi)

Metrotvnews.com, Sidoarjo: Pintu pada ruko tiga lantai di Perumahan Pondok Mutiara, Jati, Sidoarjo, Jawa Timur itu sedikit terbuka. Tak ada aktivitas berarti di kantor itu, meski beberapa orang masih berjaga di sana.

Pada bagian depan, kain hitam menyelubungi reklame. Kain itu sengaja dipasang untuk menutup identitas Kantor PT. First Travel. "Sudah tidak beroperasi sejak 5 Agustus, izin operasionalnya dicabut," kata Kepala Cabang First Travel Sidoarjo, Rudy Hermanadi saat ditemui Metrotvnews.com, di kantornya, Kamis, 24 Agustus 2017.

Baca: Kantor First Travel di Bantul Tutup Sepekan Terakhir

Ihwal keberadaan karyawan, hal itu untuk memberikan kesempatan calon jemaah umrah memperoleh informasi. Rudy mengaku pihaknya masih menerima konsumennya yang menanyakan seputar waktu keberangkatan.

"Kalau hanya tanya-tanya informasi masih kami layani. Tapi untuk pendaftaran sudah tidak lagi," katanya.

Namun, Rudy mengaku tak bisa berbuat banyak untuk menjawab pertanyaan calon jemaah seputar pemberangkatan. Alasannya,  sistem pemberangkatan menjadi keputusan kantor pusat.

"Di sini kami hanya mendata calon jemaah yang melakukan pendaftaran. Begitu juga dengan mekanismenya," jelasnya.

Baca: 30 Ribu Paspor Jemaah Umrah First Travel Raib

Pada 10 Agustus lalu, dia bersama kepala cabang se-Indonesia sempat diundang pimpinan First Travel ke Jakarta untuk membicarakan rencana keberangkatan para calon jemaah. Saat itu, bocoran yang diterimanya, sudah dilakukan booking seat, dan beberapa jemaah yang siap diberangkatkan.

"Rencana itu akan disampaikan langsung oleh pimpinan. Namun, belum sampai tanggal itu, ternyata pimpinan sudah dijemput Bareskrim Mabes Polri. Akhirnya tidak jadi," jelasnya.



Sehari kemudian, Rudy mendatangi Bareskrim Mabes Polri untuk memberikan keterangan terkait jumlah calon jemaah umroh untuk pemberangkatan 2017. Untuk pemberangkatan calon jemaah umroh dari Sidoarjo, tahun ini mencapai 4.148 orang. Sedangkan untuk calon jemaah yang belum bisa diberangkatkan mencapai 2.502 orang.

"Di Jatim ada tiga cabang. Surabaya, Sidoarjo, dan Malang. Namun, untuk jumlah yang mendaftar ke kami, sudah kami  sampaikan ke Bareskrim saat itu. Untuk keputusan berangkat atau tidaknya, yang jelas kami masih menunggu informasi dari pusat," tandasnya. 


(SAN)