9.634 Narapidana di Jatim Dapat Remisi HUT ke-72 RI

Amaluddin    •    Kamis, 17 Aug 2017 07:17 WIB
hut rihut kemerdekaan
9.634 Narapidana di Jatim Dapat Remisi HUT ke-72 RI
Wakil Gubernur Jatim Saifullah Yusuf/MTVN/Amaluddin

Metrotvnews.com, Surabaya: Ada kabar baik bagi penghuni lembaga pemasyarakatan (Lapas) dan rumah tahanan (Rutan) se-Jawa Timur. Tepat pada 17 Agustus, sebanyak 9.634 narapidana (napi) mendapatkan remisi umum.

"Pemberian remisi ini merupakan suatu bentuk tanggung jawab untuk terus-menerus memenuhi kewajiban dalam memenuhi kewajiban pelaksanaan program pembinaan,” kata Wakil Gubernur Jatim, Saifullah Yusuf, usai menyerahkan Surat Keputusan Remisi 17 Agustus 2017 di Lembaga Pemasyarakatan Kelas I Surabaya di Porong Sidoarjo, Rabu 16 Agustus 2017.

Kata Gus Ipul, demikian ia disapa, jumlah napi yang mendapatkan remisi merupakan napi yang telah terbit SK remisinya. Pemberian remisi terhadap napi, lanjut dia, bukan semata-mata merupakan suatu hak yang didapatkan dengan mudah, dan bukan pula merupakan bentuk kelonggaran agar napi segera bebas.

“Secara psikologis, pemberian remisi juga mempunyai pengaruh dalam menekan tingkat frustasi sehingga dapat mereduksi atau meminimalisir gangguan keamanan dan ketertiban di Lapas, Rutan, berupa pelarian, perkelahian, dan kerusuhan,” ujarnya.

Gus Ipul berpesan kepada napi yang mendapatkan remisi untuk menceritakan kepada orang-orang terdekat bahwa kondisi di Lapas, dan Rutan itu tidak enak. Apalagi dengan kondisi yang over capacity di dalam lapas. 

"Sebagai contoh di Lapas Kelas I Surabaya Porong kapasitas untuk 1.050 orang. Tetapi di dalamnya ada sekitar 2.500 napi,” kata Gus Ipul.

Di tempat yang sama, Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM di Jatim, Susi Susilawati, menambahkan bahwa di Jatim ada sebanyak 14.287 narapidana. Dari total napi itu, diusulkan untuk mendapatkan remisi sebanyak 11.821 orang. 

“Namun remisi yang telah terbit SK hanya 9.634 napi,” kata Susi.

Rinciannya, sebanyak 8.945 narapidana mendapatkan Remisi I, dan 183 orang mendapat remisi II. Lalu 39 orang merupakan kasus korupsi, 462 orang kasus narkotika, 2 napi kasus psikotropika, 2 orang kasus teroris, dan 1 napi kasus human traficking. 


(DHI)