Donor Ginjal Bersyarat Mahar

Al Abrar    •    Rabu, 27 Dec 2017 15:16 WIB
jual beli organ tubuhtransplantasi organ tubuh
Donor Ginjal Bersyarat Mahar
Ita Diana dan kuasa hukumnya Yasirro Ardhana melalui sambungan Skype dengan Metro TV.

Batu: Nasib malang menimpa seorang wanita bernama Ita Diana, warga Batu, Jawa Timur, ia merelakan satu ginjalnya dijual untuk membayar utang. Tapi usai menjalani transplantasi di Rumah Sakit Saiful Anwar (RSSA) Kota Malang, hasil jual ginjal tak sesuai dengan harapan.

Ita mengatakan, dia dijanjikan imbalan sebesar Rp350 juta untuk satu ginjal. Tapi sayangnya, perjanjian tersebut tidak tertuang dalam perjanjian tertulis. Sang pembeli ginjal hanya memberi uang sebesar Rp74 juta.

"Kalau sama dokter, saya cuman menceritakan kebutuhan saya dililit utang. Tapi kepada istri Pak Erwin (penerima donor) sebelum saya tanda tangan dan istrinya mengiyakan," kata Ita kepada Metro TV, Rabu 27 Desember 2017.

Kuasa hukum Ita, Yasirro Ardhana, menduga ada yang salah dalam proses transplantasi ginjal. Dia mengatakan proses transplantasi menyalahi Permenkes 38 Tahun 2016 Tentang tata cara transplantasi.

"Salah satunya tidak didaftarkan ke Komite Transplantasi Nasional dan tidak adanya persetujuan dari keluarga Ibu Ita," kata Yasirro.

Dia juga menduga keterlibatan dua oknum dokter di RS terbesar di Malang ini. "Untuk mendapat keadilan, kita akan mengupayakan sesuai prosedur yang ada," ujar Yasirro.

Ita menceritakan keputusan menjual ginjalnya terdesak utang Rp350 juta saat itu. Di saat bersamaan, Ita mengunjungi temannya yang dirawat di RSSA Kota Malang. 

Setelah temannya sembuh dan pulang, Ita tetap tinggal di rumah sakit dan tidur di musala RSSA Kota Malang. Maksud hati, agar terhindar dari penagih utang di rumahnya. Tapi, di tengah kegalauan, Ita dihampiri seorang. Ia menduga orang tersebut staf RSSA.

"Dia bilang, ibu sehat dari pada ibu putus asa dan dari pada hidup ibu tidak berguna, mungkin ibu bisa mendonorkan ginjal ibu kepada orang lain, mungkin hidup ibu lebih berguna bagi orang lain dan masalah ibu bisa selesai," kata Ita menirukan perkataan staf tersebut tapi ia lupa raut wajah staf RSSA tersebut.

Adanya dugaan praktik jual beli ginjal di RSSA Kota Malang membuat manajemen rumah sakit membentuk tim penyelidikan. Ketua Tim dokter transplantasi ginjal RSSA Atma Gunawan mengatakan proses transplantasi ginjal dilakukan secara konstitusional dan disaksikan oleh masing-masing pihak.

"Ini untuk menghindari jual beli," kata Atma.



(ALB)