Tak Semua Rumah Tangga Sasaran di Sumenep Tebus Beras Subsidi

Rahmatullah    •    Senin, 25 Dec 2017 18:36 WIB
beras
Tak Semua Rumah Tangga Sasaran di Sumenep Tebus Beras Subsidi
Buruh angkat beras Bulog di Tasikmalaya, Ant - Adeng bustomi

Sumenep: Sebanyak 661.020 ton beras untuk keluarga sejahtera (rastra) di Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, tak ditebus oleh rumah tangga sasaran. Beras bersubsidi itu sedianya jatah untuk empat kecamatan di Sumenep.

Asisten Ekonomi dan Pembanunan Sekretariat Kabupaten Sumenep Hery Koentjoro Pribadi mengatakan batas akhir penebusan rastra yaitu 15 Desember 2017. Namun warga dari 19 desa di empat kecamatan tersebut tak menebus rastra.

"Bahkan ada warga satu desa yang tak menebus rastra selama satu tahun yaitu Desa Marengan Raya," kata Hery di Sumenep.

Sekarang, beras tersimpan di Gudang Bulog. Menurut Hery, kondisi beras masih utuh.  Lantaran tak ada yang menebus, Hery mengatakan beras tersebut akan dikembalikan ke negara.

Hery mengatakan tak bisa memberi sanksi pada kepala desa yang warganya tak menebus rastra. Sebab, ia mengaku tak ada acuan regulasi mengenai penebusan.

"Tapi kami akan terus melakukan evaluasi untuk dijadikan acuan pemberian bantuan mendatang," ujar Hery.

Pada 2017, Sumenep mendapat jatah rastra sebanyak 23.042.880 ton. Beras itu ditujukan kepada 128.016 rumah tangga sasaran penerima manfaat yang tersebar di 27 kecamatan.

Tiap rumah tangga mendapat jatah 15 kilogram dengan nilai harga yang harus ditebus yaitu Rp1.600 per kilogram. Warga bisa menebus beras tersebut di Gudang Bulog. Namun hingga berita ini dumuat, baru 22.381.860 ton rastra ditebus di Sumenep.


(RRN)