Banjir Porong Dibuang ke Tanggul Lumpur Sidoarjo

Syaikhul Hadi    •    Selasa, 28 Nov 2017 00:59 WIB
banjir
Banjir Porong Dibuang ke Tanggul Lumpur Sidoarjo
Wakil Gubernur Jawa Timur Saifullah Yusuf (kiri) saat meninjau banjir Porong. Foto: Metrotvnews.com/Syaikhul Hadi

Sidoarjo: Wakil Gubernur Jawa Timur, Syaifullah Yusuf meminta agar banjir yang menggenangi kawasan Porong, Sidoarjo segera diatasi. Pemerintah Provinsi Jatim menurunkan kurang lebih 13 pompa untuk membuang genangan air setinggi 50 sentimeter tersebut ke dalam tanggul lumpur Sidoarjo.

Menurut pria yang akrab disapa Gus Ipul itu, selama ini pemerintah daerah telah berupaya untuk melakukan pemompaan terhadap banjir yang menggenangi kawasan Porong. Namun pemompaan hanya bisa dialirkan ke Sungai Ketapang.

"Sungai Ketapang saat ini penuh sehingga air yang dipompa kembali lagi," kata Gus Ipul ketika mengunjungi langsung lokasi banjir di sekitar Bekas Tol Porong, Sidoarjo, Senin 27 November 2017 petang.

Gus Ipul juga telah berkoordinasi dengan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) dan Badan Penanggulangan Lumpur Sidoarjo (BPLS) untuk mendapatkan izin membuang genangan banjir ke dalam kolam penampungan lumpur Lapindo. Senin malam, 13 pompa langsung dikerahkan untuk menguras genangan air dari Jalan Raya Porong.

"Semoga besok pagi air sudah bisa dibersihkan dan rel kereta api maupun Jalan Raya Porong bisa dibuka kembali," kata Gus Ipul.

Baca: Terendam Banjir, Rel di Porong akan Ditinggikan

Sebanyak 13 pompa yang dikerahkan berasal dari berbagai instansi diantaranya dari Pemprov Jawa Timur, BPLS, serta Kementerian PUPR. Pemerintah sebenarnya sudah beberapa kali meninggikan Rel Kereta Api serta Jalan Raya Porong, namun kondisi Sungai Ketapang yang penuh dan saluran drainase yang tidak sebanding dengan curah hujan menyebabkan banjir tidak bisa dihindari.

"Kalau sudah surut, perbaikan jalan itu pasti. Tapi untuk sementara, nunggu surut dulu baru diperbaiki. Karena bakal ada banyak lubang jalan yang rusak akibat hujan," jelasnya.

Untuk jangka panjang, harus dilakukan pengerukan sungai Ketapang. Sehingga jika terjadi hujan lebat maka tidak terjadi banjir lagi.

Dalam kunjungannya, Gus Ipul melihat langsung kondisi banjir di kawasan Raya Porong. Meski sudah mengenakan sepatu boot panjang, namun tingginya genangan air yang mencapai 50 sentimeter membuat hampir setengah badan Gus Ipul basah.


(DMR)