Ribuan Warga Sampang Tidur di Emperan Toko

Amaluddin    •    Kamis, 13 Oct 2016 12:56 WIB
banjir
Ribuan Warga Sampang Tidur di Emperan Toko
Wakil Gubernur Jatim didampingi Wabup Sampang, Kapolres, dan Dandim melihat warga yang tidur di emperan toko akibat banjir. (Metrotvnews.com/dok Humas Pemprov Jatim)

Metrotvnews.com, Surabaya: Jumlah warga Kabupaten Sampang, Madura, Jawa Timur, terdampak banjir mencapai 27.124 jiwa dari 6.874 KK. Sebagian besar warga terpaksa tidur di emperan toko sejak Rabu, 12 Oktober 2016, malam.

"Sekitar 30 hingga 40 persen dari jumlah penduduk Sampang terdampak banjir," kata Wakil Gubernur Jawa Timur, Saifullah Yusuf, saat meninjau banjir Sampang dini hari tadi, Kamis (13/10/2016).

Mereka berasal dari Desa Tanggumong, Kamoning, Pengelen, Pasean, Panggung, Gunung Madah, Banyuma, Kelurahan Gunung Sekar, Rong Tengah, Karang Dalem, dan Dalpenang. Tempat tinggal mereka terendam air dengan ketinggian sekitar 30-40 cm.

"Penyebab utama banjir tetap sama, karena luapan air Sungai Kemuning," katanya.

Gus Ipul mengatakan, saat hujan turun, Sampang selalu banjir. Sementara genangan air yang merendam ruas jalan dan permukiman warga butuh waktu lama untuk surut. "Sebab geografis Sampang berada minus 80 dari permukaan laut, sehingga mudah terkena banjir. Akan parah lagi jika kondisi air laut sedang pasang, air susah surut," jelasnya.

Pemprov Jatim, kata dia, akan membeli sekitar lima pompa air berukuran besar untuk mengatasi banjir. "Itu merupakan langkah simultan untuk mengatasinya," jelasnya.

Banjir di Sampang terjadi karena meluapnya Sungai Kemuning setelah diguyur hujan deras tiga hari lalu. Genangan air yang merendam Sampang lama surut karena kondisi air laut pasang. 

Pada Rabu kemarin, Sampang kembali mendapat banjir susulan dari Sungai Kemuning. Ratusan rumah warga, puluhan sekolah dan ruas jalan di daerah tersebut lumpuh total. 

Namun, genangan air di sejumlah wilayah di Sampang mulai surut total sejak pukul 02.00 WIB dini hari. Di antaranya Desa Banyumas, Pangelen, Panggung, Tanggumung, Pasean, dan sejumlah titik di beberapa kelurahan seperti Kelurahan Dalpaneng, Rongtengah, Gunung Sekar, dan Kelurahan Karang Delem surut total.

"Tapi ada beberapa titik yang masih tergenang air, misalnya ruas jalan dan pemukiman warga di Desa Gunung Maddah sekitar 10 cm. Tapi sebagian besar sudah surut total," tandasnya.


(SAN)