Di Kasus Mobil Listrik, Dahlan Diperiksa sebagai Saksi

Muhammad Khoirur Rosyid    •    Kamis, 03 Nov 2016 14:43 WIB
dahlan iskan
Di Kasus Mobil Listrik, Dahlan Diperiksa sebagai Saksi
Dahlan Iskan usai menjalani pemeriksaan kasus mobil listrik di Kejati Jatim. Foto: Metrotvnews.com/Rosyid

Metrotvnews.com, Surabaya: Dahlan Iskan kembali menjalani pemeriksaan. Kini mantan Menteri BUMN itu kembali dipersoalkan dalam kasus dugaan korupsi pengadaan mobil listrik di Kementerian BUMN. Dahlan saat ini jadi saksi untuk dua tersangka.

Dahlan keluar dari kantor Kejati Jatim pukul 12.50 WIB. Dengan mengenakan kemeja biru Dahlan keluar dari Kejati Jatim dengan didampingi beberapa orang terdekatnya. Dahlan tidak banyak bicara kepada wartawan. Hanya melempar senyum.

“Tanya sama kejaksaan saja,” kata Dahlan, lalu bergegas menuju mobilnya, di Kejati Jatim, Jalan A. Yani, Surabaya, Kamis (3/11/2016).

Ketua Tim Penyidik Kejagung untuk kasus mobil listrik, Victor Antonius, mengatakan, dalam pemeriksaan kali ini, Dahlan diperiksa sebagai saksi atas dugaan korupsi pengadaan mobil listrik. Selama diperiksa, Dahlan dicecar 58 pertanyaan oleh penyidik Kejagung.

“Pak Dahlan masih sebagai saksi. Kasusnya, waktu beliau menjabat Menteri BUMN,” katanya.

Baca: Kasus Mobil Listrik, Dahlan Diperiksa Kejagung

Kasus mobil listrik menyeret nama Dahlan sejak tahun lalu. Ada 16 mobil listrik disiapkan untuk dipamerkan di Konferensi APEC di Bali tahun 2013 lalu. Proyek didanai beberapa perusahaan BUMN (dana Program Kemitraan dan Bina Lingkungan).

Ternyata, proyek tersebut gagal. Negara diduga merugi sekira Rp32 miliar. Kejagung sudah menetapkan dua tersangka, yakni pembuat mobil listrik, Dasep Ahmadi, dan Kepala Bidang Kemitraan Bina Lingkungan BUMN, Agus Suherman. Dari dua tersangka itu penyidik mengembangkannya ke Dahlan.

Dahlan sudah ditetapkan sebagai tersangka korupsi pelepasan aset BUMD Pemerintah Provinsi Jawa Timur yang dikelola PT Panca Wira Usaha (PWU) yang ditangani Kejati Jatim. Tersangka lain dalam kasus serupa adalah mantan Kabiro Aset PWU, Wishnu Wardhana. Dalam kasus ini, Dahlan jadi tahanan kota, sementara Wishnu ditahan di Rutan Medaeng.

 


(UWA)