Jelang Akhir Tahun, Harga Bahan Pokok di Malang Naik

Daviq Umar Al Faruq    •    Kamis, 20 Dec 2018 13:08 WIB
harga sembako
Jelang Akhir Tahun, Harga Bahan Pokok di Malang Naik
Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Kota Malang saat melakukan pemantauan harga bahan pokok di Pasa Gadang Lama, Kota Malang, Jawa Timur, Kamis, 20 Desember 2018. Medcom.id/ Daviq Umar Al Faruq.

Malang: Harga sejumlah bahan pokok di Malang, Jawa Timur, merangkak naik menjelang Hari Natal dan Tahun Baru. Kenaikan harga terpantau di beberapa pasar tradisional mulai dari Rp1.000 hingga Rp3.000 per kilogram.

Sejumlah bahan pokok yang mengalami kenaikan harga antara lain telur, bawang merah, bawang putih, cabai, tomat, kentang, ayam, dan daging. Kenaikan harga tersebut diprediksi akibat tingginya permintaan konsumen.

Salah seorang pedagang di Pasar Gadang Lama, Rustin mengatakan, kenaikan harga sejumlah bahan pokok ini ditengarai juga sedang musim hujan. Sehingga, banyak petani yang gagal panen.

"Harga sayuran semakin melonjak, karena banyak petani yang gagal panen. Beda halnya di musim kemarau, harga sayuran stabil, bahkan cenderung murah," kata Rustin di lokasi, Kamis, 20 Desember 2018.

Rustin menjelaskan, harga bawang merah dan bawang putih mengalami kenaikan harga hingga Rp2.000 per kilogram. Bawang merah dari Rp23.000 menjadi Rp25.000 dan bawang putih dari Rp17.000 menjadi Rp20.000.

"Cabai malah mengalami kenaikan hingga tiga ribu rupiah. Saat ini, harga cabai rawit Rp25.000 dan cabai besar mencapai Rp30.000 per kilogram. Ketika harga naik, pembelian dari masyarakat menurun," keluh Rustin.

Sementara itu, Wali Kota Malang, Sutiaji menghimbau kepada masyarakat agar membeli bahan pokok secukupnya sesuai dengan kebutuhan. Hal itu untuk menjaga stabilitas harga dan mengendalikan inflasi di Kota Malang.

"Saya juga menghimbau kepada distributor bahan pokok untuk tidak melakukan penimbunan barang serta turut serta menjaga stabilitas harga agar tetap terjangkau oleh masyarakat," ungkap Sutiaji.

Sutiaji memastikan stok bahan pokok Kota Malang masih terpenuhi dan terkendali sehingga diharapkan fluktuasi harga tetap bisa dikontrol. Oleh karena itu, pihaknya masih belum memberikan instruksi untuk menggelar operasi pasar.

"Belum (operasi pasar), masih analisa hulu ke hilir. Kenaikannya masih belum mengkhawatirkan, memang belum mempengaruhi inflasi," pungkas Sutiaji.


(DEN)