Pelaku Penipuan Berkedok Rekrutmen CPNS Ditangkap

ant    •    Selasa, 18 Dec 2018 20:11 WIB
penipuan
Pelaku Penipuan Berkedok Rekrutmen CPNS Ditangkap
ilustrasi Medcom.id

Ngawi: Petugas Satuan Reskrim Polres Ngawi menangkap seorang pelaku penipuan berkedok seleksi CPNS di lingkungan Kementerian Hukum dan HAM yang merugikan korban hingga ratusan juta rupiah. Pelaku bernama Koirul Anas, 29, itu ditangkap di rumahnya tanpa perlawanan.

"Modusnya sama seperti kasus penipuan CPNS pada umumnya. Pelaku mengaku memiliki koneksi di lingkungan Kementerian Hukum dan HAM dan menjanjikan bisa menjadikan korban PNS dengan membayar sejumlah uang tertentu sebagai pemulus jalan," ujar Kepala Satuan Reskrim Polres Ngawi AKP Muh Indra Nadjib, Selasa, 18 Desember 2018. 

Indram aksi penipuan berkedok rekrutmen CPNS tersebut berakhir setelah korban melapor ke Polres Ngawi. Korban adalah Sudjono, 61, warga Desa Watualang, Kecamatan Ngawi, Kabupaten Ngawi. 

Korban ingin anaknya yang baru lulus kuliah dapat bekerja sebagai PNS. Namun, malang malah menjadi korban tipu pelaku.

Aksi tipu pria pengangguran tersebut bermula saat korban bertemu pelaku. Dari perkenalan itu, korban mengungkapkan ingin mencarikan pekerjaan yang mapan buat anaknya yang baru selesai kuliah dengan menjadi abdi negara. 

Mendengar ucapan korban, pelaku langsung mengaku bisa meloloskan anak korban menjadi PNS di lingkungan Kementerian Hukum dan HAM dengan imbalan uang sebesar Rp225 juta.

Setelah uang dibayarkan, korban lalu menagih pelaku kapan anaknya bisa direkrut menjadi PNS. Dari situ, pelaku terus berkilah dengan memberikan banyak alasan.

"Belakangan, pelaku malah sulit dihubungi. Sadar ada yang tidak beres,korban akhirnya melapor ke polisi untuk ditindaklanjuti," kata dia.

Dari tangan pelaku, polisi berhasil menyita sejumlah barang bukti, di antaranya tiga lembar kuitansi bukti penyerahan uang sebanyak Rp225 juta dari korban ke pelaku.

Pihak polisi juga masih mengembangkan kasus penipuan CPNS tersebut lebih lanjut karena diduga masih banyak korban yang belum melapor. Guna mempertanggungjawabkan perbuatannya, kini pelaku ditahan di Mapolres Ngawi. 

Pelaku dijerat dengan Pasal 378, Sub 372 KUHP dengan ancaman pidana penjara maksimal empat tahun.



(ALB)