Aliansi Masyarakat Sipil Jawa Timur Minta Sandiaga Minta Maaf

Amir Zakky    •    Jumat, 16 Nov 2018 20:02 WIB
nahdlatul ulamasandiaga uno
Aliansi Masyarakat Sipil Jawa Timur Minta Sandiaga Minta Maaf
Ribuan massa dari Aliansi Masyarakat Sipil Jawa Timur, berunjukrasa di Ringin Contong Kabupaten Jombang, Jawa Timur, Jumat, 16 November 2018. Metro Tv/ Amir Zakkyy.

Jombang: Ribuan massa dari Aliansi Masyarakat Sipil Jawa Timur, berunjukrasa di Ringin Contong Kabupaten Jombang, Jawa Timur. Mereka menuntut calon wakil presiden nomor urut 02 Sandiaga Uno meminta maaf langsung kepada masyarakat Jombang atas insiden melangkahi makam pendiri Nahdlatul Ulama (NU), KH Bisri Syansuri, saat berziarah di Kompleks Pondok Pesantren (Ponpes) Denanyar, beberapa waktu lalu.

Dari pantauan, massa datang dari empat Kabupaten, yakni Jombang, Kediri, Mojokerto serta Nganjuk. Mereka memulai aksi tepat pukul 14.00 WIB, dengan iringan kesenian tradisional bantengan dan jaranan. 

"Kami menuntut agar Pak Sandiaga Uno datang langsung ke Jombang dan meminta maaf kepada warga jombang khususnya kepada keluarga besar Pondok Pesantren Denanyar. Sebab, tindakan yang dilakukan pak Sandi sudah menyakiti kami sebagai warga Jawa Timur," kata Muhammad Jali, koordinator aksi di Bundaran Ringin Contong Jombang, Jumat, 16 November 2018.

Dalam orasinya, massa mengecam tindakan Sandiaga Uno yang dinilai tidak beretika kala melakukan ziarah di makam presiden ke-4 Republik Indonesia (RI) KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur).

Massa juga sempat membentangkan poster yang berisikan kecaman dan tuntuntan.

Selain meminta Sandi segera meminta maaf ke Jombang, massa juga mengutuk keras pernyataan Wakil Ketua DPR RI, Fadli Zon, yang menyebut jika melangkahi kuburan atau makam, tidak ada dampaknya pada bangsa dan negara.

Bahkan, mereka meminta agar Badan Kehormatan (BK) Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR-RI), segera memanggil Fadli Zon untuk mempertanggungjawabkan ucapannya tersebut.

"Kami sangat prihatin atas pernyataan Fadli Zon, bagi kami pernyataan tersebut merupakan pelecehan terhadap adat istiadat yang berkembang di Nusantara. Gerakan ini juga akan kami dengungkan terus hingga nantinya ke nasional atas tindakan Sandiaga Uno dan pernyataan yang dikeluarkan oleh Fadli Zon," tegasnya.

Setelah satu persatu orator menyampaikan orasinya, massa kemudian membubarkan diri dengan tertib pada 15.30 WIB, aksi ini mendapatkan pengawalan ketat dari aparat kepolisian Polres Jombang.


(DEN)