25 Ambulans Disiagakan saat Malam Tahun Baru di Malang

Daviq Umar Al Faruq    •    Senin, 31 Dec 2018 20:24 WIB
tahun baru
25 Ambulans Disiagakan saat Malam Tahun Baru di Malang
Sebanyak 25 unit ambulans disiagakan untuk malam perayaan tahun baru 2019 di Kota Malang, Jawa Timur, Senin, 31 Desember 2018. Medcom.id/ Daviq Umar Al Faruq.

Malang: Sebanyak 25 unit ambulans disiagakan untuk malam perayaan tahun baru 2019 di Kota Malang, Jawa Timur. Puluhan ambulans tersebut disiapkan untuk mengantisipasi apabila ada kejadian yang mendesak.

Pembina Public Safety Center (PSC) 119, Osi Haryoto mengatakan puluhan ambulans tersebut milik PCS 119 dan beberapa relawan di Kota Malang.

"Hari ini yang keluar sekitar 25 unit. Dibantu relawan dan jami juga menggerakkan UPT puskesmas di seluruh Kota Malang," kata Osi saat dikonfirmasi, Senin, 31 Desember 2018.

Osi menjelaskan, PCS 119 menjadi induk ambulans yang akan beroperasi untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat. Tugasnya untuk mengkomunikasikan serta koordinasi ambulan di wilayah masing-masing. 

"Jadi misal ada kejadian di wilayah Selatan, maka PCS 119 akan menghubungi ambulans yang berada di lokasi terdekat. Jadi ambulan central tidak perlu kesana. Lebih cepat dan efisien dalam melayani masyarakat," jelas Osi.

Masing-masing wilayah yang telah ditentukan akan terdapat lebih dari satu ambulans. Ada delapan pos pengamanan (pospam) yang disiapkan.

"Hal-hal yang menjadi perhatian yakni area blackspot yang kerap terjadi kecelakaan. Misalnya di daerah Gadang. Kami berikan atensi lebih tinggi," ungkap Osi.

Sementara Kapolres Malang Kota, AKBP Asfuri mengaku sebanyak 853 personel gabungan disiagakan untuk melakukan pengamanan malam perayaan tahun baru 2019. Anggota yang disiagakan berasal dari personel Polri, TNI, Organisasi Masyarakat (Ormas) dan lain-lain.

"400 personel dari Polri. Sisanya TNI, Pemkot Malang, Ormas maupun masyarakat yang ingin bersama-sama membantu pengamanan," kata Asfuri.

Ratusan personel itu juga disiagakan ke gereja-gereja di Kota Malang. Sebab ada beberapa gereja yang melaksanakan ibadah. Tidak hanya itu, personel juga diturunkan untuk mengatur lalu lintas di titik-titik rawan kepadatan kendaraan.

"Jadi gereja itu tetap kita amankan. Kemudian tempat-tempat keramaian seperti di alun-alun kita tempat kan personel, Jalan Ijen, Mall. Titik'-titik yang selama ini terjadi kemacetan kita tempatkan personel yang maksimal bergabung dengan temen-temen dari dinas perhubungan," pungkas Asfuri.


(DEN)