Penetapan Ahmad Dhani Jadi Tersangka Dinilai Kriminalisasi

Amaluddin    •    Jumat, 19 Oct 2018 12:40 WIB
ujaran kebencian
Penetapan Ahmad Dhani Jadi Tersangka Dinilai Kriminalisasi
Ahmad Dhani, MI - Bagus Suryo

Surabaya: Polda Jawa Timur menetapkan musisi Ahmad Dhani sebagai tersangka kasus ujaran kebencian. Pengacara Dhani, Tjetjep M Yasien, menilai penetapan itu sebagai bentuk kriminalisasi.

Baca: Ahmad Dhani Jadi Tersangka Ujaran Kebencian

Cecep mengatakan penyidik terburu-buru menetapkan status pada kliennya. Cecep juga mempertanyakan syarat hukum dari penetapan status tersebut.

"Sebab, Ahmad Dhani hanya bereaksi tanpa menyebutkan nama kelompok atau seseorang," ujar Cecep di Surabaya, Jatim, Jumat, 19 Oktober 2018.

Cecep meminta penyidik bersikap arif, bijaksana, dan adil. Lantaran itu, Cecep menilai penyidik hanya melihat satu kasus dari sepotong peristiwa yaitu sikap Ahmad Dhani. 

Harusnya, lanjut Cecep, penyidik melihat sebab akibat dalam kasus tersebut. Ada benang merah dari kejadian itu.

"Jika seperti ini, sama halnya kriminalisasi," kata Cecep.

Koalisi Pembela NKRI melaporkan Ahmad Dhani ke Polda Jatim. Mereka melaporkan Dhani yang membuat vlog saat tertahan di Hotel Majapahit, Surabaya, pada Minggu, 26 Agustus 2018. Saat itu, aksi demonstrasi berlangsung di depan hotel.

Aksi pendemo mengakibatkan Dhani batal menghadiri acara deklarasi gerakan  #2019GantiPresiden di Tugu Pahlawan Surabaya. Beberapa saat kemudian, vlog Dhani yang mengomentari peristiwa itu viral.

Baca: Ahmad Dhani Dilaporkan ke Polda Jawa Timur

Dhani dinilai meluncurkan kata-kata yang menyinggung demonstran. Penyidik memeriksa Dhani dan beberapa saksi terkait vlog. Lalu pada Kamis, 18 Oktober 2018, penyidik menetapkan Dhani sebagai tersangka.


(RRN)