Setelah Tanggul Longsor, Warga Rasakan Getaran dan Dinding Rumah Retak

Syaikhul Hadi    •    Minggu, 07 Oct 2018 10:20 WIB
semburan lumpur
Setelah Tanggul Longsor, Warga Rasakan Getaran dan Dinding Rumah Retak
Seorang warga Kecamatan Tanggulangin, Sidoarjo, melihat dinding rumahnya yang retak setelah tanggul penahan lumpur longsor, Medcom.id - Hadi

Sidoarjo: Mustofa, 60, membawa keluarganya mengungsi lantaran dinding rumahnya retak setelag tanggul penahan lumpur di Kecamatan Tanggulangin, Sidoarjo, Jawa Timur, menurun. Jarak rumah Mustofa hanya kurang lebih 100 meter dari tanggul.

Lumpur menyembur di Porong pada 2006 dari pengeboran minyak. Lumpur meluber hingga menenggelamkan ribuan rumah dan bangunan. Pemerintah membangun tanggul hingga ketinggian 11 meter untuk menahan lumpur menguap.

Mustofa mengaku ia sempat merasakan getaran setelah tanggul ambles. Tak lama kemudian, dinding dan lantai rumahnya retak.

"Ini retaknya. Ini lagi (menunjuk retak) di lantai, ada juga yang retak di dinding," ungkap Mustofa sembari menunjukkan retak-retak di rumahnya pada Sabtu, 5 Oktober 2018.

Mustofa khawatir rumahnya ambruk. Bila tetap bertahan di rumah tersebut, keselamatan Mustofa dan keluarganya terancam.

Baca: BPLS Siapkan Pompa Alirkan Lumpur Porong

"Khawatir sekali. Kalau tiba-tiba saat kita tidur lantai ambles gimana," tegasnya.

Sejak Jumat, 4 Oktober 2018 malam, pihaknya bersama istri, tiga putra dan dua cucunya terpaksa mengungsi ke rumah putera sulungnya. Hal itu untuk menjaga keamanan dirinya dan keluarga dari bahaya akibat terjadinya penurunan tanah (tanggul) penahan lumpur.

Tak hanya Mustofa, ada sembilan keluarga lainnya yang turut mengungsi ke rumah sanak saudaranya. Mereka baru bisa kembali setelah memastikan kondisi dilingkungan aman, dan tanggul sudah diperbaiki.

Longsor terjadi di titik 67 Kedungbendo, Kecamatan Tanggulangin, Sidoarjo. Longsor dengan kedalaman mencapai 5 meter terjadi di tanggul sepanjang 100 meter.

Menurut Humas BPLS Hengki Listria Adi, volume air di pusat semburan lumpur cukup tinggi. Tanggul penahan lumpur tak kuat menahan dorongan air.

"Tanggul mungkin tidak kuat menahan air. Sehingga lama-lama mengalami penurunan, miring dan mengenai samping tanggul dan tanggul pun jadi turun," ujar Hengki.

 


(RRN)