KAI Daop VII Siaga Titik Rawan Bencana

Daviq Umar Al Faruq    •    Sabtu, 08 Dec 2018 14:27 WIB
bencana longsorbencana banjir
KAI Daop VII Siaga Titik Rawan Bencana
Penumpang di Stasiun Kota Baru Malang

Madiun: PT KAI Daop VII Madiun memberikan pengamanan ekstra saat perayaan Hari Natal dan Tahun Baru 2018 sejak 20 Desember 2018 hingga 6 Januari 2019. Selama 18 hari tersebut, KAI bakal bersiap siaga terutama di daerah-daerah rawan bencana alam

Manager Humas PT KAI Daop VII Madiun, Ixfan Hendriwintoko mendeteksi setidaknya terdapat 8 titik rawan bencana berupa banjir, longsor, dan tanah ambles di sepanjang jalur kereta api di wilayahnya. Untuk mengantisipasi itu, pihaknya menyiapkan alat material untuk siaga (AMUS).

"Antara lain berupa batu balas, bantalan rel, pasir, karung, besi H Beam untuk jembatan, alat penambat rel, dan sebagainya di titik-titik yang telah ditentukan," katanya, Sabtu 8 Desember 2018.

Ixfan menambahkan KAI juga menyiagakan tenaga flying gank, Petugas Penilik Jalan (PPJ) Ekstra, Penjaga Jalan Lintas (PJL) Ekstra, dan petugas posko daerah rawan di sepanjang lintas kereta api Jawa dan Sumatera. Tujuannya untuk memantau apabila terjadi rintang jalan atau peristiwa luar biasa (PLH) yang menghambat perjalanan kereta api.

"Total sebanyak 96 petugas disiagakan dengan rincian 42 personel PPJ Ekstra, 30 personel PJL Ekstra, dan 24 personel posko daerah rawan," tambahnya.

Meskipun jumlah PJL ditingkatkan, PT KAI dengan tegas mengimbau kepada seluruh masyarakat pengguna jalan untuk tetap mematuhi rambu-rambu di pelintasan sebidang. Sebab menurut UU No 23 Tahun 2007 tentang Perkeretaapian dan UU No 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas Angkutan Jalan (LLAJ), perjalanan KA mendapat prioritas di jalur yang bersinggungan dengan jalan raya. 

Apalagi, data menunjukkan, dari tahun ke tahun, terdapat tren kenaikan jumlah kecelakaan di pelintasan sebidang. Pada 2016 terjadi 295 kecelakaan, 2017 tercatat 448 kecelakaan, dan per 30 November 2018 telah terjadi 341 kecelakaan. 

"Oleh karena itu diperlukan kerja sama dengan seluruh pihak untuk mewujudkan keselamatan bersama," pungkasnya.



(ALB)