Dalam Sebulan, BPJS Kesehatan Menunggak Rp13 M ke RSUD Tulungagung

Antara    •    Rabu, 15 Nov 2017 10:46 WIB
bpjs kesehatan
Dalam Sebulan, BPJS Kesehatan Menunggak Rp13 M ke RSUD Tulungagung
Logo BPJS Kesehatan, Ant

Tulungagung: RSUD dr Iskak Tulungagung, Jawa Timur, mengeluhkan tunggakan pembayaran pertanggungan kesehatan peserta Jaminan Kesehatan Nasional Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) di Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS). Selama sebulan terakhir, tunggakan mencapai Rp13 miliar.

Direktur RSUD dr Iskak, Supriyanto, khawatir jumlah tunggakan bertambah. Hingga berita ini dimuat, Supriyanto mengaku belum mendapat informasi mengenai pembayaran tunggakan dari BPJS.

" Kalau mau dibilang bencana ya ini bencana. Dibilang tidak ya tidak. Masalah ini tak hanya terjadi di Tulungagung, tapi juga hampir semua layanan kesehatan, utamanya rumah sakit yang bekerja sama dengan BPJS," kata Supriyanto di Tulungagung.

Adapun tunggakan di RSUD dr Iskak, ujar Supriyanto, untuk jenis layanan rawat inap. Sedangkan layanan rawat jalan tak menunggak.

Bukan kali ini tunggakan terjadi. Kendala serupa pernah terjadi di masa transisi tahun anggaran 2016 ke 2017. Saat itu, nilai tunggakan lebih besar dan durasinya lebih panjang, yaitu tiga bulan.

"Selama itu pula kami harus putar otak untuk menutupi operasional karena layanan kesehatan bagaimanapun harus tetap jalan," kata Supriyanto.

Supriyanto khawatir kejadian serupa berulang kembali di penghujung 2017. Sebab, ia belum mendapat jawaban dari pengajuan pembayaran tunggakan.

Supriyanto mengaku sudah mengurusi administrasi pengajuan klaim. Apalagi, kata Supriyanto, RSUD dr Iskak merupakan satu-satunya di Tulungagung yang memiliki instalasi klaim yang baik dan benar.

Untuk menyiasati kendala pembiayaan yang terhambat di BPJS itu, kata Supriyanto, RSUD dr Iskak melakukan sejumlah terobosan layanan. Rumah sakit juga memberlakukan penentuan prioritas kebijakan untuk mengkonsolidasi keuangan agar proses pelayanan kesehatan tetap berjalan normal.

"Strateginya adalah dengan terus melakukan inovasi dan penyesuaian terhadap seluruh dinamika yang terjadi. Kalau tidak ada inovasi dan penyesuaian, organisasi ini tidak akan jalan," katanya.


(RRN)