Polisi Segera Periksa PT SAP Vendor KIP Surabaya

Amaluddin    •    Jumat, 23 Mar 2018 17:13 WIB
kartu indonesia pintar
Polisi Segera Periksa PT SAP Vendor KIP Surabaya
Polisi menata barang bukti sejumlah amplop berisi Kartu Indonesia Pintar di Polrestabes Surabaya, Jawa Timur. (ANT/Didik Suhartono)

Surabaya: PT Satria Antaran Prima (PT SAP) yang menjadi vendor pengiriman Kartu Indonesia Pintar (KIP) di Surabaya segera diperiksa penyidik Polrestabes Surabaya. Sebelumnya, polisi telah memeriksa Hamid, kurir yang bertugas mendistribusikan KIP. 

"Akan mempelajari kontraknya Hamid, hubungan kerja antara Hamid dengan manajer PT SAP. Apakah nanti melanggar kontrak, apakah ada undang-undang kesepakatan yang dilanggar, dan lainnya," kata Kapolrestabes Surabaya, Kombes Pol Rudi Setiawan, dikonfirmasi, Jumat, 23 Maret 2018.

Dia mengatakan, pihaknya masih mendalami kasus temuan ratusan KIP di dalam karung laundry tersebut. Pihaknya masih harus memeriksa sejumlah saksi dan mengumpulkan bukti agar bisa menentukan tersangka. 

Dari keterangan kurir Hamid mengaku bertanggung jawab mendistribusikan 643 KIP di dua wilayah di Surabaya, yakni Kelurahan Keputih dan Gebang Putih, Sukolilo, Surabaya, Jawa Timur. Hamid mendapat tugas dari PT SAP. 

Namun, saat pendistribusian terjadi kendala lantaran petugas di kelurahan tak berani memberikan rekomendasi ke Hamid saat akan mendistribusikan ke penerima. 

"Karena tidak berhasil didistribusikan, akhirnya Hamid menyimpan ratusan KIP itu untuk kemudian dikembalikan ke PT. SAP tersebut. Karena PT. SAP meminta Hamid untuk menyimpannya terlebih dahulu sebelum dikembalikan," ujarnya.

Selanjutnya, beber Rudi, ratusan KIP kemudian dititipkan di kios laundry. Namun, Hamid lupa telah menitipkan KIP di kios laundry lantara kesibukannya sebagai kurir sambilan. 

"Dari situlah, ratusan KIP itu ditemukan tergeletak di kios laundry, kurang lebih selama setahun. Sementara Hamid tidak ingat bahwa dirinya pernah menitipkannya di sana dan mengakui dia toledor," kata Rudi.


(LDS)