Ratusan Ribu Santri Mengaji Kitab Kuning di Gelora Delta Sidoarjo

Syaikhul Hadi    •    Minggu, 22 Oct 2017 14:14 WIB
hari santri nasional
Ratusan Ribu Santri Mengaji Kitab Kuning di Gelora Delta Sidoarjo
Aksi ratusan ribu santri membaca kitab kuning di Gelora Delta Sidoarjo, Minggu 22 Oktober 2017, MTVN - Hadi

Metrotvnews.com, Sidoarjo: Ratusan ribu santri memadati kawasan Gelora Delta Sidoarjo, Jawa Timur, Minggu 22 Oktober 2017. Mereka mengaji Kitab Kuning untuk memecahkan rekor Museum Rekor Indonesia (MURI) di peringatan Hari Santri Nasional 2017.

Ketua GP Anshor Kabupaten Sidoarjo, Muhammad Riza Ali Faizin, mengatakan menargetkan 45 ribu santri terlibat dalam kegiatan itu. Tapi nyatanya, jumlah santri membludak. Ia memperkirakan 105 ribu santri hadir.

"Memang diluar prediksi kami. Sehingga tadi malam kami langsung melakukan evaluasi untuk mempersiapkan segala sesuatunya, termasuk sound system' dan kitab-kitabnya," ujar Muhammad Riza, Minggu, 22 Oktober 2017.

Menurut Riza, ada beberapa santri seperti di Bangkalan dengan membawa sekitar 10 bus, Bojonegoro 5 bus dan Pasuruan sekitar 5 bus. Ditambah dari Bangil dan Jombang.

Dalam Pemecahan rekor muri pengajian kitab kuning "Nashaihul Ibad" ini nantinya akan dipimpin langsung oleh Rais Aam PBNU, KH. Ma'arif Amin. Tak hanya santri, dari beberapa kalangan pejabat dan group band jebolan santri "Wali Band" turut serta mengikuti ngaji kitab kuning.

"Saya melihat, ada semangat yang luar biasa dari kalangan santri dalam memperingati hari santri Nasional tahun ini. Mudah-mudahan kedepan tidak menyurutkan langkah santri untuk terus mengobarkan semangatnya," harapnya.

Selain itu, juga akan diberikan ijazah oleh para kiai termasuk Rais Aam PBNU KH. Ma'ruf amin. Acara yang sebelumnya bakal dihadiri Presiden RI, Joko Widodo dipastikan tidak hadir.

"RI 1 dipastikan tidak hadir karena ada halangan," tegasnya.

Menurut Riza, arti peringatan Hari Santri Nasional kali ini tak lain memberikan semangat literasi bahwa santri itu membaca dan menulis. Bukan tanpa alasan, banyak kalangan santri saat ini yang hanya mengambil rujukan tak berdasar. Sehingga harus dikembalikan lagi bagaimana santri terdahulu yang harus mengacu pada rujukan yang benar. 


(RRN)