Risma Beri Penghargaaan Warga Cegah Aksi Terorisme

Antara    •    Senin, 21 May 2018 15:31 WIB
terorismeTeror Bom di Surabaya
Risma Beri Penghargaaan Warga Cegah Aksi Terorisme
Wali kota Surabaya Tri Rismaharini (tengah) meninjau di lokasi ledakan di Gereja Katolik Santa Maria Tak Bercela, Ngagel Madya, Surabaya, Jawa Timur, Minggu (13/5).

Surabaya: Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini memberikan penghargaan berupa bantuan sosial dan piagam kepada sejumlah warga yang memiliki semangat untuk berjuang dalam upaya pencegahan aksi terorisme.

"Jadi, ada 41 penghargaan yang kami berikan kepada mereka yang nyata-nyata berjuang sehingga terjadi pencegahan," kata Tri Rismaharini saat peringatan Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas) ke-110 di Taman Surya, Kota Surabaya, Senin, 21 Mei 2018.

Penghargaan tersebut merupakan wujud dari penghormatan yang diberikan Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini, Kapolrestabes Surabaya Kombes Pol Rudi Setiawan, Danrem beserta jajaran terkait. Adapun penghargaan tersebut diberikan kepada para korban meninggal maupun yang saat ini masih dalam proses perawatan di rumah sakit, anggota kepolisian Polrestabes Surabaya, pihak rumah sakit, universitas dan tim psikolog atas keberanian, pengorbanan dan dedikasi dalam mengamankan tempat ibadah serta menjaga ketertiban Kota Surabaya.

Selain penghargaan, Pemkot Surabaya juga memberikan santunan kepada masing-masing keluarga korban yang meninggal akibat peristiwa tersebut. Selain itu juga menanggung biaya berobat bagi korban selamat yang mendapat perawatan di rumah sakit. 

"Semua kita tanggung, keluarga korban tidak perlu khawatir. Nanti diurusi sama dinas kesehatan. Yang penting sekarang harus kuat," kata Risma.

Risma bersama jajaranya di Pemkot Surabaya juga telah menyempatkan untuk mengunjungi keluarga korban ledakan bom di Surabaya. Hal ini dilakukan Risma untuk menguatkan para keluarga korban agar kuat menghadapi musibah yang menimpahnya.

Adapun korban yang sudah dikunjungi Risma di antaranya rumah keluarga almarhum Aloysius Bayu Rendra Wardhana di Jalan Gubeng Kertajaya I Nomor 15A Surabaya. Bayu merupakan salah satu korban meninggal dunia dari ledakan bom bunuh diri di Gereja Katolik Santa Maria Tak Bercela, Ngagel, Surabaya.

Selain itu, Risma juga mendatangi rumah duka Adi Jasa di Jalan Demak No. 90-92 Surabaya. Ada sekitar enam orang yang menjadi korban ledakan bom bunuh diri disemayamkan secara bersamaan di rumah duka Adi Jasa Surabaya. 

Diketahui ada tiga gereja yang terkena ledakan bom yakni Gereja Santa Maria Tak Bercela (SMTB) di Jalan Ngagel, GKI Jalan Diponegoro dan GPPS Jalan Arjuna pada Minggu (13/5) dan Polrestabes Surabaya, Senin, 14 Mei 2018, pagi. Aksi teror peledakan bom tersebut menewaskan belasan orang dan puluhan orang terluka. 


(ALB)