Jelang Mudik, Jalur Nasional di Jombang Masih 'Berhiaskan' Lubang

Nurul Hidayat    •    Rabu, 23 May 2018 18:58 WIB
jalan rusak
Jelang Mudik, Jalur Nasional di Jombang Masih 'Berhiaskan' Lubang
Kerusakan jalan di Jalur Nasional di Jombang, Rabu 23 Mei 2018, Medcom.id - Nurul Hidayat

Jombang: Jombang, Jawa Timur, menjadi perlintasan Jalur Nasional Rute 15. Jalur menghubungkan Kota Yogyakarta-Solo-Jombang-Surabaya. Namun, kerusakan jalan menghiasi jalur tersebut. Malah, jalan rusak menjadi langganan jelang mudik Lebaran.

Pantauan Medcom.id, kerusakan jalan terparah terjadi di tiga kecamatan di Jombang. Yaitu Mojoagung, Kecamatan Perak, dan Kecamatan Bandar Kedungmulyo.

Diameter lubang bervariasi, mulai dari 15 centiemeter hingga 15 centimeter. Lubang seolah berjejer di setiap lajur. Jalannya pun bergelombang.

Riadhotun Nikmah, salah satu pengendara mengatakan, kondisi jalan rusak sangat menganggu, Padahal jalan itu strategis dilintasi pengendara.

"Kondisi jalan rusak tentunya sangat membahayakan, terutama bagi pengendara atau pemudik yang tidak hafal kodisi jalan," ujarnya saat melintas di Kecamtan Mojoagung, Rabu, 23 Mei 2018.

Hal senada disampaikan Misbahul Munir, pengendara sepeda motor. Ia mengaku kerap melintasi jalur itu dari arah Surabaya menuju Kertosono

Misbahul mengatakan jalur itu penting untuk menunjang kebutuhannya berjualan daun pisang di Surabaya Bukan hanya dirinya, banyak warga dan pengendara yang bergantung pada jalan tersebut.

Misbahul khawatir kerusakan makin parah. Sebab, arus kendaraan kian padat yang melintas.

"Jika dilewati truk muatan besar otomatis kerusakan jalan itu akan semakin parah Mohon segera diperbaiki oleh pemerintah," imbuhnya.

Jalur Nasional Rute 15 merupakan jalan nasional yang menghubungkan Kota Yogyakarta dengan Surabaya melalui Solo. Jalan ini dimulai di wilayah Maguwo di bagian timur Yogyakarta dan melintasi wilayah Solo Raya, melalui bagian tengah Jawa Timur, sebelum berakhir di Surabaya selatan, tepatnya di Waru.

Baca: Awas Jalan Berlubang Sepanjang Surabaya-Madiun

Sebagian besar jalan ini memiliki 2 lajur setiap jalurnya baik menuju Jogjakarta maupun sebaliknya, kecuali pada segmen jalan di jalur Solo-Yogya, Karanganyar, wilayah perbatasan Jateng-Jatim, Caruban, kota Nganjuk, wilayah timur Jombang, wilayah barat Mojokerto, dan jalur By pass Krian-Waru-Surabaya. 

Tiga bulan lalu, Penjabat Sementara (Pj) Bupati Jombang, Setiajit, memgatakan sudah berkoordinasi dengan pelaksana balai besar jalan yang ada di Surabaya terkait kondisi kerusakan jalan nasional Surabaya Madiun. 

"Saya sudah mengirimkan surat kepada kepala Balai Besar Pelaks Jalan di Surabaya, bahkan sudah 2 kali, selain itu, kami juga sudah melakukan pengecekan bersama Kadis BM Provinsi," ujar Setiajit di ruang kerjanya.

Menurut Setiajit, belum ada respons yang memuaskan dari pelaksana balai besar jalan, pihaknya juga menegaskan bahwa Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Timur, dan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jombang tidak diperbolehkan mengambil alih maintenance jalan nasional.

"Responsnya masih sebatas memberikan tanda di Jalan yang berlubang," pungkasnya.


(RRN)