Soekarwo Kirim Tim Selidiki Semburan Air di Ngawi

Amaluddin    •    Kamis, 09 Aug 2018 19:04 WIB
Soekarwo Kirim Tim Selidiki Semburan Air di Ngawi
ilustrasi Medcom.id

Surabaya: Gubernur Jawa Timur Soekarwo mengirimkan tim untuk meneliti semburan air setinggi sekitar 20 meter yang terjadi di Desa Sidolaju, Kecamatan Widodaren, Kabupaten Ngawi. Fenomena alam ini terjadi sejak Senin, 6 Agustus 2018.

"Jika memang air semburan itu bisa dikonsumsi, maka air tersebut akan dimanfaatkan untuk dikonsumsi atau untuk air bersih," kata Pakde Karwo, sapaan akrabnya, di Surabaya, Kamis, 9 Agustus 2018.

Menurut Pakde Karwo, semburan air di Ngawi memiliki potensi yang cukup bagus untuk sumber daya air bagi masyarakat setempat. Jika hasilnya bagus, kata Pakde Karwo, tentu potensinya luar biasa.

"Yang penting di situ tidak ada unsur yang lain sehingga bisa digunakan. Apalagi saat ini kita kekurangan air. Dari 50 miliar meter kubik lebih yang turun, yang bisa kita kelola cuma 19.5 meter kubik. Sementara keperluan tanaman dan air minum di Jatim mencapai 22 miliar meter kubik," katanya.

Terpisah, Kepala Dinas ESDM Jatim, I Made Sukartha, mengimbau agar masyarakat di sekitar tidak panik dengan adanya semburan tersebut. Karena fenomena alam ini bukan yang pertama. "Sebelumnya juga pernah terjadi semburan. Bahkan air itu bercampur gas dan lumpur, sehingga harus kita lokalisir dengan police line," kata Made.

Kendati demikian, mantan Kepala Dinas Koperasi dan UMKM itu mengingatkan agar warga sekitar tidak mendekat dengan semburan air tersebut. Ia khawatir semburan air tersebut mengandung gas. "Jika ada yang merokok didekatnya, dikhawatirkan akan meledak. Sebaiknya menghindar dari semburan," katanya.

Saat ini, kata Made, pihaknya sedang fokus pada pendataan dan penelitian fenomena itu. Pihaknya akan menyelidiki siapa yang melakukan pengeboran serta apa saja kandungan didalamnya.

Karena itu, Made belum bisa memastikan apakah area tersebut mempunyai sumber daya mineral atau gas yang tinggi atau tidak. "Kalau kita lihat dari apa yang dihasilkan Ngawi Cepu Bojonegoro Tuban, itu kan memang daerah penghasil minyak dan gas, kalau ditarik benang merahnya, bisa saja memang ada potensi. Tapi saya tidak bisa mengatakan itu, karena kita perlu penelitian dan tidak bisa kita simpulkan sedini ini," kata Made.
(ALB)