Gus Ipul Janji Tingkatkan Kesejahteraan Guru Honorer

Daviq Umar Al Faruq    •    Rabu, 02 May 2018 16:46 WIB
pendidikantenaga honorer
Gus Ipul Janji Tingkatkan Kesejahteraan Guru Honorer
Calon Gubernur Jawa Timur, Saifullah Yusuf saat menghadiri silaturahmi dengan warga Muhammadiyah dan Aisyiyah Malang Raya di Convention Hall Taman Sengkaling, Malang, Rabu 2 Mei 2018.

Malang: Dalam rangka peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas), Calon Gubernur Jawa Timur, Saifullah Yusuf menyatakan bahwa salah satu permasalahan pendidikan di Jatim adalah persoalan guru tidak tetap (GTT) atau guru honorer.

"Permasalahan GTT di sekolah negeri hingga saat ini masih belum menemukan solusi. GTT itu mengajar di sekolah negeri tapi bukan PNS (pegawai negeri sipil). Itu yang harus diselesaikan," katanya saat menghadiri silaturahim dengan warga Muhammadiyah dan Aisyiyah Malang Raya di Convention Hall Taman Sengkaling, Malang, Rabu 2 Mei 2018.

Pria yang akrab disapa Gus Ipul ini mengungkapkan permasalahan GTT ini memang kerap kali disuarakan oleh banyak pihak. Salah satunya adalah tentang gaji yang layak dan kesejahteraan GTT.

"Namun untuk menyelesaikan masalah ini juga membutuhkan kebijakan dari pusat. Meskipun begitu, kami bakal tetap memperjuangkan agar permasalahan mereka segera mendapatkan solusi. Terutama guru di sekolah swasta," ungkap pria asli Pasuruan ini.



Oleh karena itu, apabila terpilih, Gus Ipul menegaskan bakal meningkatkan mutu para GTT melalui berbagai pelatihan pendidikan formal maupun non formal. Selain itu, pihaknya juga bakal mendorong kesejahteraan GTT.

"Salah satu program yang tengah kita gagas itu ada UMG atau upah minimum guru. Itu bisa menjadi patokan. Jumlahnya tidak harus tinggi, tapi setidaknya kita harus sudah mulai memikirkan bagaimana guru ini punya tunjangan yang memadai," ujarnya.

Tak hanya guru saja, Gus Ipul menegaskan bahwa lembaga pendidikan juga perlu didorong untuk memajukan pendidikan di Jatim. Salah satunya dengan memperbaiki akreditasi pendidikan di seluruh SMA/SMK sederajat.

"Kedepan akreditasi SMA/SMK sederajat harus sudah bisa masuk kategori A lah. Jangan lagi berfikir seperti sekarang ini. Karena maskh banyak juga sekolah yang belum terakreditasi," pungkasnya.



(ALB)