Soal Patung Dewa Buddha, Zulkifli: Saya Menghadiri Haul, bukan Meresmikan

Patricia Vicka    •    Rabu, 09 Aug 2017 18:00 WIB
toleransi beragama
Soal Patung Dewa Buddha, Zulkifli: Saya Menghadiri Haul, bukan Meresmikan
Ketua MPR Zulkifli Hasan (dua dari kanan). (Metrotvnews.com/Patricia Vicka)

Metrotvnews.com, Yogyakarta: Perdebatan soal patung Kwan Sing Tee Koen di Tuban, Jawa Timur, turut menyeret nama Ketua MPR Zulkifli Hasan. Penyebabnya, Ketua Umum PAN itu hadir dalam peresmian patung dewa dari aliran Buddha Tri Dharma tersebut.

Zulkifli meluruskan ihwal kehadirannya dalam acara peresmian. Dia membantah telah meresmikan patung yang berdiri di Kelenteng Kwaan Sing Bio itu.

"Saya datang ke sana bukan untuk meresmikan. Tapi diundang (untuk) merayakan peringatan 1857 Yang Mulia Kongco Kwan Sing Tee Koen. Kalau di Islam, namanya acara haul," ujar Zulkifli usai meresmikan Pusat Studi Pancasila dan Bela Negara di Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Kalijaga, Yogyakarta, Rabu, 9 Agustus 2017.

Zulkifli hadir di Kwaan Sing Bio, Tuban pada 17 Juli 2017. Dia menyebut kehadirannya dalam kapasitas sebagai Ketua MPR. Sebagai pejabat negara, dia merasa harus hadir untuk memnuhi undangan seluruh lapisan masyarakat. 

"Ketua MPR itu pemersatu, niatnya pasti baik. Kalau diundang pihak manapun datang, tidak boleh menolak," katanya. Soal perizinan patung, Zulkifli menyebut itu kewenangan Pemda Tuban.

Baca: Surat Terbuka untuk Presiden Terkait Patung Dewa di Tuban

Patung Kwan Sing Tee Koen sempat menjadi salah satu ikon kota Tuban. Patung setinggi 30,4 meter itu tampak menjulang.

Patung ini sempat menarik perhatian wisatawan. Hingga belakangan muncul kelompok masyarakat yang menuding patung tak mengantongi izin. Pengelola klenteng akhirnya menutup patung ini dengan kain putih.

Selain penolakan, muncul pula dukungan. Mahasiswa Buddhis Indonesia menulis surat terbuka kepada Presiden Joko Widodo, Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin, Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Wiranto, Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendy, serta Menteri Pariwisata Arief Yahya.

Mereka meminta aparat negara melindungi patung yang merupakan representasi dewa dari aliran Tri Dharma (bagian dari Buddha).



(SAN)