Kader Golkar Minta Posisi Anggota Dewan Terjerat Hukum Diganti

Syaikhul Hadi    •    Selasa, 13 Jun 2017 12:58 WIB
kasus korupsi
Kader Golkar Minta Posisi Anggota Dewan Terjerat Hukum Diganti
Anggota DPRD Kabupaten Sidoarjo, Khoirul Huda, mengenakan batik cokelat dan rompi merah saat tiba di Lapas Sidoarjo, MTVN - Hadi

Metrotvnews.com, Sidoarjo: Khoirul Huda, tersangka kasus dugaan korupsi di Perusahaan Daerah Aneka Usaha (PDAU), merupakan Sekretaris DPD II Partai Golkar. Sejak ditahan, kader Golkar pun menuntut pergantian posisi.

Hal tersebut disampaikan Pimpinan Kecamatan (PK) Partai Golkar Sidoarjo, Sylvester Ratu Lodo. Sylvester mengaku mendapat tuntutan tersebut. Ia juga termasuk salah satu kader yang menuntut penggantian posisi agar jabatan Sekretaris DPD II Partai Golkar tak kosong.

"Saat ini pengurus DPD sedang sibuk. Semua permasalah dalam kader, akan kami tampung," kata Sylvester di Sidoarjo, Selasa 13 Juni 2017.

Sylvester mengaku penggantian kader termasuk dalam aturan partai. Apalagi kader tersebut terjerat hukum.

"Apalagi kan kasus yang membelit Khoirul adalah kasus korupsi. Ia juga duduk sebagai anggota DPRD Sidoarjo," lanjut Sylvester.

Khoirul Huda ditahan Kejari Sidoarjo pada Kamis 8 Juni 2017. Ia mendekam di Lembaga Pemasyarakatan Klas II A Sidoarjo.

Ia ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan korupsi di Perusahaan Daerah Aneka Usaha (PDAU). Menurut Kepala Seksi Pidana Khusus Kejaksaan Negeri Sidoarjo, Adi Harsanto, penahanan Khoirul sesuai prosedur. Penyidik mengantongi dua alat bukti untuk menahan Khoirul.

Baca: Anggota Dewan Ditahan terkait Dugaan Korupsi di PDAU Sidoarjo

Salah satu alat bukti yaitu kuitansi senilai Rp75 juta dari kas PDAU. Nama Khoirul tercatat pada lembaran kuitansi tersebut.

Kasus PDAU bermula saat Kejari mencurigai kebocoran pengelolaan keuangan PDAU yang mencapai miliaran rupiah. Diduga, kebocoran pengelolaan terjadi mulai 2010 hingga 2016.

Khoirul mengaku menerima dana senilai Rp75 juta dari kas Perusahaan Daerah Aneka Usaha (PDAU). Uang itu bukan untuk dirinya, namun buat kepentingan panitia khusus DPRD Sidoarjo saat berkunjung ke Pekanbaru, Riau.


(RRN)