Nama Kapolres Dicatut Terduga Penipu Pendaftaran Perangkat Desa

Antara    •    Minggu, 22 Oct 2017 10:17 WIB
penipuan
Nama Kapolres Dicatut Terduga Penipu Pendaftaran Perangkat Desa
Ilustrasi penipuan, Antara

Metrotvnews.com, Bojonegoro: Polres Bojonegoro, Jawa Timur, menyelidiki kasus dugaan penipuan pengisi 1.152 posisi perangkat desa. Penipuan itu mencatut nama Kapolres Bojonegoro AKBP Wahyu S Bintoro.

Kapolres mengatakan lima orang mendatangi Wakil Rektor (Warek) Universitas Negeri Semarang (Unnes). Mereka meminta jawaban soal pengisian perangkat desa dengan mencatut namanya. Sebab, Unnes yang membuat soal tersebut.

"Lima nama oknum yang datang ke Unnes sudah kami ketahui. Kalau bukti-bukti pencatutan nama sudah cukup jelas lima oknum itu akan kami panggil untuk dimintai keterangan," kata Kapolres Wahyu di Bojonegoro, Sabtu 22 Oktober 2017.

Hal senada disampaikan Bupati Bojonegoro Suyoto. Bupati membenarkan lima orang mendatangi Unnes. Mereka menekan pihak Unnes untuk menyerahkan jawaban soal pengisian perangkat desa itu.

Dari informasi yang diperoleh, kata dia, lima orang itu selalu menjadi koordinator menarik uang pada pendaftar perangkat desa. Mereka menjanjikan pendaftar diterima sebagai perangkat desa.

"Ada beberapa modus seperti menjanjikan memberikan kunci jawaban soal, bimbingan belajar dengan membayar uang cukup besar. Tapi ada juga bimbingan belajar dengan cara yang benar," kata Suyoto.

Kapolres dan Bupati optimistis pihak Unnes tidak akan melepaskan jawaban soal pengisian perangkat desa. Apalagi sebelumnya sudah berkomitmen dengan pemkab dalam pelaksanaan tes bisa berjalan dengan benar.

"Saya yakin Unnes tidak akan membocorkan jawaban soal pengisian perangkat desa sebab menyangkut nama lembaga," kata Kapolres.

Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Pemkab Bojonegoro Joko Lukito menyatakan proses pengisian perangkat desa di daerahnya akan memperoleh pengawasan polisi sejak pembuatan soal sampai pendistribusian
soal ke kecamatan.

"Sesuai jadwal tes serentak di 28 kecamatan dilaksanakan 26 Oktober," kata dia.

Data menyebutkan jumlah peserta tes pengisian sebanyak 1.152 lowongan perangkat desa di daerahnya. Peserta tes mencapai 7.660 peserta.


(RRN)