BMKG: Isu Gempa 8,6 SR dan Tsunami Bohong

Amaluddin    •    Jumat, 18 Nov 2016 15:58 WIB
gempa
BMKG: Isu Gempa 8,6 SR dan Tsunami Bohong
Ilustrasi. Foto: Antara/Kornelis Kaha

Metrotvnews.com, Surabaya: Beredar informasi di media sosial bahwa Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Karangkates Kabupaten Malang menyatakan akan terjadi gempa berkekuatan 8,6 skala Richter (SR) dan tsunami pada Jumat 18 November 2016.

Menanggapi pemberitaan itu, Kepala Stasiun Geofisika BMKG Karangkates, Musripan, menyatakan informasi itu bohong. 

"Berita atau kabar tersebut tidak benar dan BMKG tidak pernah membuat berita atau info itu," kata Musripan, dalam keterangan tertulisnya kepada Metrotvnews.com.

Kabar bohong itu sempat viral di Facebook dan pesan instan Whatsapp. "Berita itu hanya isu dan membohongi masyarakat karena tidak memiliki dasar ilmiah," ujarnya.

Musripan mengimbau masyarakat tetap tenang dan tidak terpengaruh kabar itu. Ia menegaskan sampai saat ini gempa belum bisa diprediksi.

"Sekali lagi, dari sekian kali isu akan terjadinya gempa bumi, tidak satu pun yang terbukti. Untuk itu, kami imbau masyarakat tidak menghiraukannya," kata dia.


Berita bohong yang sempat beredar di media sosial

Rabu, 16 November 2016, sekira pukul 22.25 WIB, gempa mengguncang beberapa wilayah di Jatim dan sekitarnya. Keterangan BMKG, pusat gempa terjadi di 127 kilometer tenggara Kabupaten Malang dengan kedalaman 69 kilometer.

Guncangan gempa juga terjadi di 136 kilometer barat daya Kabupaten Lumajang, 142 kilometer barat daya Kabupaten Jember, 232 kilometer tenggara Kota Surabaya, dan 782 kilometer tenggara Jakarta.


(UWA)