Kepala Sekolah Tetap Siapkan Siswa Ikuti UN 2017

Amaluddin    •    Selasa, 29 Nov 2016 11:46 WIB
pendidikan
Kepala Sekolah Tetap Siapkan Siswa Ikuti UN 2017
Suasana UNBK 2016 di sebuah sekolah di Surabaya, MTVN - Amaluddin

Metrotvnews.com, Surabaya: Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendy menggulirkan wacana moratorium atau penangguhan Ujian Nasional (UN). Kepala sekolah di Surabaya, Jawa Timur, pun meminta pemerintah pusat menyiapkan standar baru pengganti UN.

Kepala SMPN 1 Surabaya Titik Sudarti mengatakan wacana itu tak mengganggu persiapan siswa menjelang pelaksanaan UN. Sekolah tetap menyiapkan anak didiknya mengikuti Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK).

"Itu sudah sesuai dengan instruksi jadwal dari Dinas Pendidikan Surabaya," kata Titik di Surabaya, Selasa (29/11/2016).

Titik menilai UN menjadi sistem untuk menyeleksi dan mengevaluasi siswa. Bila UN dimoratorium, Titik meminta pemerintah pusat menggodok sistem baru untuk menyeleksi dan mengevaluasi pendidikan.

Begitu pula dengan Kepala SMA Atma Widya Surabaya Rahman Arif. Ia mengatakan sekolah tetap menyiapkan para siswa mengikuti UN.

"Saat ini kami baru mulai membiasakan siswa untuk UNBK, kami sudah menyiapkan 17 klien yang diajak bekerja sama dalam UN dan 2 server. Insya Allah kami siap," ujar Rahman.

Rahman optimistis Presiden Joko Widodo memiliki pertimbangan untuk menyetujui usulan tersebut. Yang jelas, lanjut Rahman, apapun hasilnya, ia mengaku siap melaksanakan keputusan tersebut.

Di lain tempat, Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Jatim Saiful Rachman mengatakan usulan itu masih sebatas wacana. Ia mengaku belum menerima keputusan resmi mengenai moratorium UN.

Meski demikian, Saiful mengaku siap melaksanakan keputusan tersebut. Ia optimistis pemerintah pusat sudah mengkaji dan memiliki pertimbangan untuk menangguhkan pelaksanaan UN 2017.

"Pasti akan ada imbasnya. Butuh penyesuaian dengan pola baru," ujar Saiful.

Pola itu, lanjut Saiful, dibutuhkan untuk menentukan standar kualitas pendidikan. Standar itu pula yang menjadi pedoman menerima siswa baru mulai dari jenjang SMP, SMA/SMK sederajat, hingga pendidikan tinggi.

Menurut Saiful, penangguhan UN memberi peluang pada siswa menguasai semua mata pelajaran. Sehingga siswa tak hanya fokus mendalami pelajaran yang diujiankan.

Pendidikan Indonesia menerapkan UN sebagai cara untuk menentukan kelulusan. Hanya beberapa mata pelajaran yang diujiankan. 

Misal SMA. Mata pelajaran utama yang diujiankan yaitu Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, dan Matematika. Siswa juga wajib mengerjakan ujian sesuai dengan program atau peminatan masing-masing.

Siswa program IPA mengikuti UN Fisika, Kimia, dan Biologi. Siswa program IPS mengerjakan UN Geografi, Sosiologi, dan Ekonomi. Lain lagi dengan siswa program Bahasa yang mengerjakan UN Sastra Indonesia, Antropologi, dan bahasa asing. 

Sementara UN SD menguji Bahasa Indonesia, Matematika, dan IPA. Sedangkan mata pelajaran di UN SMP yaitu Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, Matematika, dan IPA.






(RRN)