Kejati Jatim: Penetapan Tersangka Dahlan Murni Kasus Hukum

Muhammad Khoirur Rosyid    •    Kamis, 27 Oct 2016 22:00 WIB
dahlan iskan
Kejati Jatim: Penetapan Tersangka Dahlan Murni Kasus Hukum
Dahlan Iskan pada sebuah kesempatan. (Media Indonesia/Galih Pradipta)

Metrotvnews.com, Surabaya: Reaksi Dahlan Iskan menyalahkan penguasa tak lama setelah ditetapkan sebagai tersangka, ditanggapi Kejaksaan Tinggi Jawa Timur. 

"Sama sekali tidak ada incaran khusus. Ini murni kasus hukum. Kita punya alat bukti yang lebih dari cukup," kata Asisten Intelijen Kejati Jatim, Edy Birton, saat memberikan keterangan pers, Kamis malam (27/10/2016).

Edy menyatakan Dahlan sendiri yang mengakui jika dia yang menandatangani berkas penjualan aset BUMD Pemprov Jatim PT Panca Wira Usaha (PWU). Saat itu, Dahlan menjabat sebagai direktur utama PT PWU.

Edy mengatakan penetapan tersangka Dahlan karena terbukti menyalahgunakan wewenang, yakni mengetahui, melakukan pembiaran, dan menyetujui penjualan aset milik PT PWU di Kediri dan Tulungagung. 

Perkara apakah Dahlan menerima aliran dana dari kasus ini, Edy mengatakan menunggu fakta hukum di persidangan. "Namun, yang pasti, dalam kasus ini ada kerugian negara," kata dia.

Dahlan Iskan ditetapkan sebagai tersangka oleh Kejati Jatim atas dugaan korupsi di PT PWU. Dahlan juga ditahan mulai malam ini di Lapas Kelas I Surabaya di Medaeng, Sidoarjo, hingga 20 hari ke depan. 

Saat ditetapkan tersangka, Dahlan mengaku tak kaget. "Karena memang saya sudah diincar penguasa," kata menteri di pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono itu.

Dahlan adalah direktur PT Panca Wira Usaha (PWU) sejak 2000 hingga 2010. Dua pekan terakhir Dahlan bolak-balik ke Kejati Jatim untuk dimintai keterangan sebagai saksi. Tercatat sudah lima kali dia diinterogasi. Sebelumnya, bos Jawa Pos Group ini dua kali menolak panggilan.

Kasus ini mulai diselidiki Kejati Jatim sekitar April 2015. Sebelum Dahlan, Manager Aset PT PWU Wisnu Wardhana, sudah lebih dulu ditetapkan sebagai tersangka.

 


(UWA)