Setelah Jadi Tersangka, Wali Kota Madiun Tetap 'Ngantor'

iwan yudhi atmoko    •    Selasa, 18 Oct 2016 12:22 WIB
korupsi
Setelah Jadi Tersangka, Wali Kota Madiun Tetap 'Ngantor'
Wali Kota Madiun Bambang Irianto (kanan), Ant - Siswowidodo

Metrotvnews.com, Madiun: Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menetapkan Wali Kota Madiun Bambang Irianto sebagai tersangka. Namun sehari setelah penetapan, Bambang masih memiliki agenda kerja sebagai wali kota Madiun, Jawa Timur.

Suasana di Kantor Wali Kota Madiun berjalan normal, Selasa 18 Oktober. Pegawai tetap bekerja di ruang masing-masing. Namun Wali Kota Bambang tak tampak di ruangannya.


(Kantor Balai Kota Madiun, Metrotv)

"Bapak (Wali Kota) masih ke kantor dan beraktivitas seperti biasa," ujar Sekretaris Pribadi Wali Kota Madiun Cahyo Budi.

Beberapa agenda yang dihadiri Bambang yaitu menghadiri acara di Akademi Perkeretaapian Indonesia (API), Badan Pemberdayaan Masyarakat, KB, dan Ketahanan Pangan, serta kunjungan kerja di Kelurahan Kanigoro.

Kemarin, KPK menetapkan Bambang sebagai tersangka kasus dugaan korupsi pembangunan Pasar Besar Kota Madiun. Pembangunan pasar menelan biaya Rp76,5 miliar.

Baca: Wali Kota Madiun Jadi Tersangka KPK

Bangunan pasar terdiri dari tiga lantai. Masing-masing lantai digunakan untuk berdagang. Uniknya, setiap lantai memiliki fasilitas umum berupa kolam renang.


(Suasana di depan Pasar Besar Kota Madiun, Metrotv)

Petugas KPK juga menggeledah sejumlah lokasi terkait kasus tersebut. Beberapa di antaranya yaitu rumah dinas, rumah pribadi, dan ruang kerja Bambang.

Berikut video KPK menggeledah ruang kerja Wali Kota Madiun:




(RRN)